Bank Indonesia Waspadai Inflasi Pangan

Bank Indonesia (BI) akan memperkuat sinergi untuk menahan inflasi pangan.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 19 Agustus 2026, 17:08 WIB
Pjs Gubernur Sementara Destry Damayanti (Foto: Bank Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mewaspadai tekanan inflasi pangan meskipun inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2026 turun menjadi 2,88% secara tahunan dari 3,34% pada Juni 2026. BI menilai risiko gangguan cuaca, termasuk El Nino, dapat memengaruhi pasokan dan harga pangan ke depan.

Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan inflasi volatile food melambat menjadi 2,52% yoy pada Juli 2026 karena peningkatan pasokan sejumlah komoditas hortikultura. Kondisi tersebut turut menjaga inflasi umum tetap berada dalam sasaran BI sebesar 2,5% plus minus 1%.

"Inflasi volatile food melambat menjadi 2,52% year-on-year dipengaruhi oleh panen komoditas hortikultura, aneka cabai, dan bawang merah,” kata Destry dalam konferensi pers RDG BI yang disiarkan daring, Rabu (19/8/2026).

BI mencatat inflasi inti pada Juli 2026 tetap terkendali sebesar 2,76% yoy. BI juga mencatat inflasi administered prices sebesar 3,58% yoy seiring dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Destry mengatakan, BI akan memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan. BI akan menjalankan pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) bersama pemerintah.

"Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui TPIP dan TPID dalam implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera atau GPIPS guna menahan inflasi pangan,” ujar Destry.

BI akan mengantisipasi risiko gangguan cuaca terhadap produksi dan distribusi pangan melalui GPIPS. BI menilai langkah tersebut penting untuk menjaga pasokan komoditas pangan dan mencegah kenaikan harga yang dapat mengganggu daya beli masyarakat.

 

 

BI Bakal Perkuat Respons Bauran Kebijakan

Dewat Gubernur BI menetapkan Destry Damayanti sebagai Pjs Gubernur melalui rapat dewan gubernur.

Destry mengatakan BI juga akan mempertahankan inflasi dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada 2026 dan 2027 melalui penguatan bauran kebijakan moneter. BI akan menjaga stabilitas rupiah untuk mengurangi dampak imported inflation terhadap harga domestik.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat respons bauran kebijakan moneter agar inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada tahun 2026 dan 2027,” kata Destry.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya