Kecerdasan Orang Utan Kabur Lompati Pagar Listrik, IQ-nya Disebut Setara Anak SD

Orang utan Didi di Solo Safari kabur dan terlihat di warung ayam goreng. Ternyata orang utan memiliki IQ yang tinggi.

oleh Arie SunaryoDiterbitkan 19 Agustus 2026, 14:25 WIB
Orang Utan Solo Safari Kabur dari Kandang (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Orang utan jantan bernama Didi kabur dari Solo Safari, Selasa (19/8/2026). Dia terlihat di sebuah warung ayam goreng.

Pihak pengelola menjelaskan insiden orang utan Solo kabur ke warung ayam goreng itu dipicu perilaku alamiah serta kecerdasan satwa primata tersebut.

General Manager Solo Safari, Miyana Harikna mengatakan perilaku dan rasa ingin tahu yang tinggi menjadi pemicu Orang Utan keluar dari area kandang. Dia menegaskan tim segera mengevakuasi Didi dan membawanya kembali ke kandang tanpa penggunaan obat bius.

Menurut Miyana, sistem pengamanan kandang orang utan di Solo Safari berlapis dan mengacu pada SOP Taman Safari Group, meliputi parit, pagar listrik, pulau, hingga danau. Ia menyebut kecerdasan Didi setara anak berusia enam tahun dengan IQ sekitar 90.

"Orang utan itu kuriusnya sangat tinggi. Dia sangat ingin tahunya sangat tinggi sekali. Jadi itu sebagai perilaku alamiah," ujar Miyana, saat ditemui awak media, Rabu (19/8).

Diduga Gunakan Ranting Untuk Grounding Pagar Listrik

Miyana menjelaskan seluruh peralatan pengaman telah diperiksa dan dinyatakan normal. Pagar listrik, kata dia, hanya memberikan kejutan sesuai standar ampere yang diatur dalam SOP.

"Karena memang Didi ini sangat pandai. Dia bisa melewati sampai bisa ke luar sedikit kemarin. Kita sudah cek semua equipment, semuanya normal. Kabel listriknya itu hanya untuk kejut dan sudah sesuai ampere SOP," jelasnya.

Dia menduga Didi menyembunyikan ranting untuk kemudian digunakan sebagai media grounding pada pagar listrik. Cara itu membuat arus kejutan tidak efektif saat disentuh, sehingga Didi bisa melompati penghalang.

"Dia tahu kalau ranting itu bisa nge-grounding elektrik. Nah, dia itu bisa ngubur gini terus masukin itu ke dalam. Jadi ini kita bisa mengetahui behavior dari primata ini," tuturnya.

Pengawasan kandang dilakukan tiap 30 menit. Saat pemeriksaan pukul 14.30, Didi masih berada di exhibit. Ketika dicek kembali pukul 15.00, ia sudah tidak terlihat di area tersebut.

Informasi keberadaan Didi diterima internal pada pukul 15.10, berada di area keluar. Setelah proses pengamanan, Didi dibawa kembali ke kandang pada sekitar pukul 15.30 hingga 15.40.

"Kita mencari di internal terus kita mendapatkan informasi pukul 15.10 dia di area keluar, jadi kita langsung amankan. Pukul 15.30 sampai 15.40 sudah kita bawa kembali ke enclosure," kata Miyana.

Proses evakuasi berlangsung cepat tanpa bius karena Didi responsif terhadap panggilan animal keeper. Miyana menyebut respons itu terbentuk dari latihan dan pembiasaan yang selama ini rutin dilakukan.

"Dia kooperatif banget. Dipanggil aja sudah tahu. Dia tahu kalau dia di luar itu melanggar aturan. Tertib dia," imbuh Miyana.

Manajemen Solo Safari menyatakan telah mengganti satu gerobak angkringan yang rusak akibat insiden. Pihaknya juga telah menemui pemilik sepeda motor yang sempat roboh saat Didi berada di luar kandang.

"Kemarin kita sudah temuin pemilik motor. Kita akan reach lagi. Beliau kooperatif, tidak protes," ujarnya.

Selain penanganan dampak, Solo Safari akan mengintensifkan monitoring dan mengevaluasi kembali efektivitas barrier. Menurut Miyana, evaluasi terhadap primata dijalankan setiap hari, bukan hanya saat terjadi kejadian khusus.

"Kami mohon maaf atas kejadian ini. Tapi sekali lagi kami berterima kasih ke masyarakat yang sangat kooperatif membantu Didi. Ini pembelajaran bagi kami juga untuk meminimalkan kejadian serupa," tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya