Pria Bertopeng Boneka Chucky Tebar Teror di Philadelphia AS

Polisi Philadelphia memburu pria bertopeng boneka Chucky yang telah meneror warga dengan mengejar dan mengancam.

oleh Septian DenyDiterbitkan 19 Agustus 2026, 17:00 WIB
Ilustrasi boneka Chucky.

Liputan6.com, Washington - Seorang pria mengenakan topeng boneka menyeramkan telah meneror warga Philadelphia dengan cara mengejar dan melontarkan ancaman kepada mereka, menurut kepolisian setempat.

Dikutip dari BBC, Rabu (19/8/2026), Departemen Kepolisian Philadelphia pada Selasa mengatakan sedang memburu pria tersebut. Ia diduga telah mengancam dan mengejar sedikitnya enam orang di sekitar City Hall pada pekan lalu.

Dalam rekaman kamera pengawas, pria itu terlihat mengenakan topeng boneka yang menakutkan. Kepada seorang perempuan, ia bahkan dilaporkan bertanya apakah perempuan tersebut “siap untuk mati”, menurut kepolisian kepada CBS, mitra media AS BBC.

Polisi telah merilis foto dan video pria tersebut serta meminta bantuan masyarakat untuk mengidentifikasi pelaku.

Kejar Warga yang Sedang Lari Pagi

Salah satu insiden terjadi pada 12 Agustus sekitar pukul 05.30 waktu setempat.

Rekaman kamera pengawas menunjukkan pria bertopeng tersebut mengejar seorang perempuan yang sedang berlari pada pagi hari.

Menurut polisi, pria itu melontarkan sejumlah komentar bernada ancaman sambil menyembunyikan salah satu tangannya di belakang punggung. Perempuan yang dikejar kemudian tersandung dan mengalami cedera.

Setelah itu, pria tersebut melarikan diri ke sebuah stasiun kereta bawah tanah.

Kapten Departemen Kepolisian Philadelphia Jason Smith mengatakan kepada CBS bahwa pria tersebut tampaknya merekam aksi-aksinya.

Ia terlihat memegang telepon seluler dengan lampu menyala saat melakukan sejumlah tindakan tersebut.

Namun, polisi belum mengetahui apakah rangkaian kejadian itu berkaitan dengan tren tertentu di media sosial.

“Belum jelas apakah pertemuan-pertemuan ini merupakan bagian dari tren media sosial,” kata Smith.

Menurut sang kapten, tersangka dapat menghadapi sejumlah tuntutan, termasuk ancaman teror, penyerangan ringan, dan pelanggaran lainnya.

 

Korban Sebut Seperti Permainan Aneh

Luanda Marinho, salah satu warga yang bertemu dengan pria bertopeng tersebut, mengatakan kepada CBS bahwa ia sedang bertemu seorang teman untuk melakukan lari pagi ketika kejadian itu berlangsung.

Pria tersebut kemudian mendekati mereka dan bertanya apakah mereka ingin berlomba dengannya.

“Dia mulai bertanya, ‘Kalian mau balapan denganku? Aku yakin aku lebih cepat dari kalian. Mau balapan?’” ujar Marinho.

Menurutnya, pria itu mengulangi pertanyaan tersebut beberapa kali. Namun, tidak seorang pun dari mereka menanggapinya.

“Sangat aneh,” katanya.

Marinho mengatakan pengalaman tersebut membuat dirinya dan teman-temannya mempertimbangkan untuk mengubah rute lari mereka.

“Rasanya hanya aneh, seperti sebuah permainan yang menyimpang,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya