Liputan6.com, Jakarta - Persaingan SUV premium di China semakin sengit. Merek-merek Eropa seperti Mercedes-Maybach GLS dan Audi Q8 kini mendapat tantangan serius dari pendatang asal China, AITO M9.
SUV yang dikembangkan melalui kolaborasi Seres dan Huawei dalam ekosistem Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) ini menawarkan kombinasi kemewahan, performa tinggi, teknologi elektrifikasi, dan fitur berkendara cerdas.
Advertisement
Dilansir dari CarNewsChina, Rabu (19/8/2026), AITO M9 terbaru bahkan diklaim menjadi SUV terlaris di China pada segmennya selama dua bulan berturut-turut. Klaim tersebut disampaikan Executive Director Huawei, Richard Yu.
Salah satu daya tarik utama AITO M9 bukan hanya kemewahan di dalam kabin. SUV premium ini juga menawarkan dua pilihan sistem penggerak, yakni electric vehicle (EV) dan extended-range electric vehicle (EREV).
Pada varian M9 Ultimate EREV, performa menjadi salah satu bagian paling mencolok. SUV ini menggunakan konfigurasi tiga motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan hingga 664 kW atau sekitar 890 hp.
Tenaga tersebut disalurkan melalui sistem penggerak seluruh roda atau all-wheel drive (AWD). Varian ini juga menggunakan baterai NMC berkapasitas 75,4 kWh yang dipasok oleh CATL.
Sementara itu, AITO M9 versi EV dibekali baterai NMC berkapasitas 120 kWh dan sistem penggerak dua motor. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga hingga 497 kW atau sekitar 666 hp.
Berdasarkan pengujian CLTC, AITO M9 EV mampu menempuh jarak hingga 750 km dalam sekali pengisian daya, tergantung konfigurasi yang digunakan.
Selain performa dan sistem elektrifikasi, teknologi berkendara cerdas menjadi salah satu nilai jual AITO M9.
SUV ini dibekali sistem bantuan berkendara Huawei ADS 5.0. Sistem tersebut didukung enam sensor LiDAR, lima radar gelombang milimeter, 12 radar ultrasonik, serta 12 kamera.
Kombinasi sensor tersebut memungkinkan AITO M9 menawarkan sejumlah fitur bantuan berkendara, termasuk Navigation-on-Autopilot dan sistem parkir otomatis.
Kehadiran teknologi tersebut memperlihatkan bagaimana Huawei tidak hanya berperan dalam pengembangan sistem infotainment, tetapi juga menjadi bagian penting dari ekosistem teknologi kendaraan AITO.
Dari sisi ukuran, AITO M9 memiliki dimensi yang tergolong besar untuk sebuah SUV premium. AITO M9 versi standar memiliki panjang 5.285 mm, lebar 2.026 mm, tinggi 1.845 mm, serta jarak sumbu roda 3.125 mm.
Sementara itu, M9 Ultimate yang memiliki bodi lebih panjang mempunyai panjang 5.402 mm dengan wheelbase mencapai 3.236 mm.
Dimensi tersebut memberikan gambaran mengenai karakter AITO M9 yang memang diposisikan sebagai SUV premium berukuran besar.
Pernah Tembus 10 Ribu Unit
Popularitas AITO M9 juga tercermin dari angka penjualannya di pasar China. Berdasarkan data China EV DataTracker, AITO mencatat penjualan 9.639 unit M9 di China sepanjang Juli 2026.
Sebelumnya, penjualan model terbaru ini bahkan sempat menembus lebih dari 10.000 unit dalam satu bulan pada Juni 2026.
Richard Yu juga mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen pembeli AITO M9 terbaru merupakan pengguna HIMA yang sebelumnya sudah memiliki kendaraan dari ekosistem tersebut.
Artinya, selain menarik konsumen baru, AITO M9 juga mampu mendorong loyalitas pengguna yang sudah berada dalam ekosistem kendaraan Huawei dan HIMA.
Menariknya, performa penjualan AITO M9 terjadi ketika SUV ini bermain di segmen harga premium.
Rata-rata nilai transaksi AITO M9 disebut mencapai sekitar 600.000 yuan atau setara dengan Rp 1 miliar berdasarkan kurs saat ini.
Dengan tenaga hingga 890 hp, pilihan sistem penggerak EV dan EREV, teknologi Huawei ADS 5.0, serta harga transaksi rata-rata yang mendekati Rp 1 miliar, AITO M9 menunjukkan semakin seriusnya merek otomotif China dalam menantang dominasi SUV premium konvensional.
Kombinasi teknologi, performa, dan kemewahan tersebut membuat AITO M9 menjadi salah satu model yang patut diperhitungkan dalam persaingan SUV premium di pasar China.