Debu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Pulau Sebesi

Debu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai mencapai permukiman Pulau Sebesi. Dinkes Lampung Selatan membagikan masker dan menyiapkan tambahan obat-obatan untuk warga.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 18 Agustus 2026, 19:15 WIB
Petugas Puskesmas melalui Pustu di Pulau Sebesi telah membagikan masker kepada warga yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai mencapai permukiman warga di Pulau Sebesi, Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut membuat Dinas Kesehatan Lampung Selatan meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan tenaga kesehatan di Pulau Sebesi tetap siaga serta membagikan masker kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Devi Arminanto mengatakan, saat ini terdapat dua tenaga kesehatan dan seorang bidan desa yang bertugas di Pulau Sebesi. Mereka telah melaporkan adanya dampak debu vulkanik di wilayah tersebut.

"Memang ketika ada informasi itu, di sana ada bidan desa dan tenaga kesehatan. Mereka menyampaikan sudah ada dampak dari vulkanik," kata Devi, Selasa (18/8/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Puskesmas melalui Pustu di Pulau Sebesi telah membagikan masker kepada warga.

Dinas Kesehatan juga menyiapkan tambahan logistik berupa masker dan obat-obatan yang akan dikirim melalui Puskesmas Rajabasa.

Menurut Devi, tambahan stok diperlukan untuk mengantisipasi apabila persediaan masker dan obat-obatan di Pulau Sebesi habis.

"Untuk menambah jumlah logistik terkait masker termasuk obat-obatan, segera dari Puskesmas Rajabasa kita distribusikan lagi ke sana," jelasnya.

Selain menyiapkan logistik kesehatan, Dinas Kesehatan Lampung Selatan tengah menyusun surat edaran bagi masyarakat Pulau Sebesi. Surat tersebut berisi imbauan agar warga menggunakan masker untuk melindungi diri dari paparan debu vulkanik.

 

Belum Ada Laporan Gangguan Pernapasan

Gunung Anak Krakatau delapan kali erupsi

Devi memastikan hingga kini belum ada laporan warga Pulau Sebesi mengalami gangguan pernapasan atau sesak akibat paparan debu vulkanik.

"Kalau informasi itu belum. Karena baru dua atau tiga hari ini, sementara dampaknya belum ada laporan seperti itu," ungkapnya.

Meski demikian, petugas kesehatan terus memantau kondisi warga dan perkembangan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Devi menyebut, untuk sementara Pulau Sebesi menjadi satu-satunya wilayah yang dilaporkan terdampak debu vulkanik.

Belum ada laporan serupa dari wilayah lain, termasuk kawasan Canti.

"Untuk saat ini dari wilayah Pulau Sebesi saja. Pulau-pulau lain ataupun wilayah Canti sampai sekarang belum ada informasi," ujarnya.

Dinas Kesehatan Lampung Selatan tetap menyiagakan jajaran kesehatan untuk mengantisipasi apabila dampak vulkanik meluas.

Pemantauan dilakukan oleh kepala bidang, seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), hingga tenaga kesehatan yang bertugas di Pustu Pulau Sebesi.

"Jadi kami terus pantau. Kabid, Kasi P2P maupun jajaran di Pustu siap menghadapi dampak dari itu," kata Devi.

Dinas Kesehatan juga masih mendata jumlah masker dan jenis obat-obatan yang akan disalurkan ke Pulau Sebesi. Data tersebut akan disampaikan setelah proses distribusi logistik selesai.

Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas kesehatan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika terjadi paparan debu vulkanik.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya