Rano Karno Blak-blakan Bahaya AI di Balik Produksi Serial Rimba Raya

Rano Karno buka suara sooal Rimba Raya yang memanfaatkan AI. Ia mengaku belajar tentang AI. Yuk simak penuturannya!

oleh Rahmi SafitriDiterbitkan 18 Agustus 2026, 13:00 WIB
Rano Karno (credit: KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Liputan6.com, Jakarta - Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, membuka suara soal proses produksi serial Rimba Raya yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia mengaku sempat kesulitan mempelajari teknologi tersebut dari nol.

Rano menyebut dirinya sengaja terjun langsung mempelajari AI usai diundang berbicara dalam forum di Bali beberapa waktu lalu. Forum itu memprediksi dunia akan dilanda AI dalam enam tahun ke depan.

"Nah saya belajar. Saya mau tahu AI itu apa sih sebetulnya. Walaupun memang terdengar banyak para kreator, AI ini menjadi satu handicap," ujar Rano Karno saat ditemui di Karang Tengah, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2026).

"Banyak tenaga-tenaga kerja yang termotong habis dengan AI ini. Tapi AI ini adalah satu teknologi yang tidak bisa kita pungkiri dia akan merajalela," sambungnya.


Menemukan Masalah Serius

Dalam proses produksi, tim Rano sempat menemukan masalah serius. AI yang mereka gunakan justru menampilkan visual hutan Amazon, bukan hutan Indonesia yang mereka inginkan.

"Ini hutan bukan hutan Indonesia. Ini hutan Amazon. Saya mau hutan Indonesia. Ternyata dari AI yang ada di dunia, itu tidak ada hutan Indonesia. Yang ada hutan-hutan Afrika, Amazon. Bagaimana caranya supaya ada? Kita harus buat," kata Rano.

Rano Karno (credit: KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Bangun Sistem AI Engine

Persoalan serupa juga muncul saat tim mencari elemen budaya Indonesia seperti batik, blangkon, dan konde. Karena tidak tersedia di database AI global, tim akhirnya membangun sistem AI Engine sendiri.

"Nah jadi kita sekarang mempunyai apa namanya? AI Engine. Jadi Karnos Visual Magic punya AI Engine. Untuk apa? Kita lahirkan teknik atau gambar-gambar Asia. Karena kalau kita cari batik di AI yang ada, itu nggak ada," jelas Rano.


Tantangan Lainnya

Tantangan lain yang ditemui adalah biaya. Sekali salah memasukkan perintah atau prompt, biaya produksi langsung terbuang percuma tanpa bisa dikembalikan.

"Nah jadi artinya ini menjadi 'Oh', saya bilang ternyata ini AI ini kalau kita salah nge-prompt-nya udah nggak bisa dibuang lagi. Begitu kita nge-prompt jadi, pulsa udah kesedot," ungkap Rano.

Proyek ini digarap Karnos Visual Magic bersama Vidio dan Artha Graha Peduli. Serial Rimba Raya rencananya tayang eksklusif di Vidio mulai Senin, 17 Agustus 2026, dengan total 10 episode yang dirilis satu per bulan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya