Deretan Hoaks Rencana Penutupan Warung karena Kopdes, Simak Faktanya

Hoaks kebijakan penutupan warung karena program Kopdes banyak beredar di masyarakat, apa saja?

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 18 Agustus 2026, 19:00 WIB
Hoaks kebijakan penutupan warung karena program Kopdes banyak beredar di masyarakat, apa saja?

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks terkait perintah penutupan warung karena adanya program Kopdes banyak beredar di masyarakat. Hoaks ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Lalu apa saja hoaks tersebut? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Hoaks Menko Pangan Zulhas Larang Toko Kelontong Berdiri dengan Radius 2 KM dari Kopdes

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melarang adanya toko kelontong dan kios dengan radius 2 KM dari Kopdes. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 26 Juli 2027.

Dalam postingannya terdapat foto Zulhaz dengan narasi:

"Radius 2 KM dari KOPDES dilarang dirikan kios dan toko kelontong, jika sudah ada harus pindah atau didenda, tegasnya!!"

Akun itu menambahkan narasi:

"Nah loh ,,!!! Rakyat lagi yg jadi korban ..!!!

Pemerintah tidak memiliki kemampuan manajemen bisnis, rakyat justru jadi ancaman bagi proyeknya....

Terus apa yg hrs rakyat harapkan dengan pemerintah hari ini. ????

Gmn mau bersaing dgn negara luar, jika kemampuan pengelola negeri ini bermental Tempe kaya gini ,,!!!"

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melarang adanya toko kelontong dan kios dengan radius 2 KM dari Kopdes? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Hoaks Presiden Prabowo akan Tutup Warung di Desa karena Tak Untungkan Negara

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim Presiden Prabowo meminta warung di desa ditutup karena tidak menguntungkan negara. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 10 Agustus 2026.

Dalam unggahannya terdapat foto Presiden Prabowo dengan narasi:

"Prabowo sebut kalau bisa seluruh warung yg ada di desa dan daerah tutup saja biar mereka belanja di Kopdes toh warung ga ada untungnya buat negara"

Akun itu menambahkan narasi:

"Sekalian aja matikan mata pencaharian rakyat pak..🤦‍♂️😒

Keluar lagi pernyataan Prabowo Subianto melalui para menterinya mengenai soal koperasi merah putih yg menjadi program unggulannya .jika koperasi merah putih dinilai sepi karena banyaknya warung warung disetiap daerah maka suruh tutup saja toh warung itu juga gak menguntungkan buat negara ..."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Presiden Prabowo meminta warung di desa ditutup karena tidak menguntungkan negara? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Mendes Minta Warung di Desa Ditutup Agar Masyarakat Belanja di Kopdes

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Mendes PDT Yandri Susanto meminta warung di pedesaan ditutup agar masyarakat belanja di Kopdes. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 21 Juli 2026.

Dalam postingannya terdapat foto Mendes Yandri dengan narasi:

"Pemerintah berharap warung/toko di pedesaan di tutup, supaya masyarakat desa belanja di koperasi desa"

Akun itu menambahkan narasi:

"Mendes menghimbau setelah Koperasi Desa Merah Putih beroperasi, beliau berharap Warung/Toko  tutup, supaya masyarakat Desa berbelanja di Koperasi Desa."

Lalu benarkah postingan Mendes PDT Yandri Susanto meminta warung di pedesaan ditutup agar masyarakat belanja di Kopdes? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya