Menta Amran Lantik Puluhan Pejabat, Soroti Korupsi hingga Main Proyek

Mentan Amran kembali menegaskan pentingnya tanggung jawab dan integritas kepada para pejabat yang baru dilantik.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 18 Agustus 2026, 11:46 WIB
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

 

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melantik sekitar 24 pejabat baru di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Dia meminta mereka menjaga integritas dan mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar tidak terlibat dalam praktik korupsi.

Serta para pejabat harus memahami dan menjalankan pakta integritas yang telah mereka tandatangani sebagai bagian dari proses pelantikan.

Komitmen tersebut harus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan Kementan maupun Bapanas.

"Jangan korupsi, jangan kolusi, nepotisme, gak boleh. Tingkatkan kinerja," pinta Amran ke para pejabat baru yang dilantik di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Amran kembali menegaskan pentingnya tanggung jawab dan integritas kepada para pejabat yang baru dilantik. Setiap pejabat berani mempertanggungjawabkan jabatan yang diemban serta melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan).

Ia juga mengingatkan agar para pejabat tidak melibatkan rekan atau pihak lain dalam proyek yang berpotensi menimbulkan masalah hukum. Pejabat yang mendapat tekanan untuk melakukan pelanggaran diminta segera melaporkannya kepada dirinya.

"Seluruh you tanda tangan, pertanggungjawabkan, paham? Seluruh kamu tanda tangan, pertanggung jawabkan. Kalau ada korupsi, dilaporkan, jangan libatkan teman main proyek. Kalau ada yang tekan, lapor sama saya, selesai, sangat sederhana," sebutnya.

 

 

 

Copot 14 Pejabat Kementan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: Liputan6.com/Lukman R)

Sebelumnya, Amran mencopot 14 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian yang diduga terlibat praktik korupsi. Ada eselon I yang masuk dalam daftar pejabat pencopotan

Pencopotan dilakukan pada 14 pejabat dari tingkatan eselon I hingga eselon III. Seluruhnya dibebastugaskan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait dugaan pelanggaran hingga korupsi.

"Ada 14 (pejabat Kementan) kami copot, ada eselon 1, ada eselon 2, ada eselon 3, dan tidak diberi jabatan, sementara diperiksa. Kalau ini betul-betul merugikan negara, kami serahkan ke penegak hukum, kami tindak tegas," ungkap Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tak ada pelanggaran, Amran bersedia untuk mempromosikan lagi pejabat tersebut. "Tetapi sebaliknya, kalau terbukti dia tidak melakukan apa-apa, kami akan lantik kembali, kami akan promosikan kembali. Jadi kita harus sportif, meritokrasi," tutur dia.

Ada Keluarga Dekat Amran

Amran mengungkap ada keluarga dekatnya yang masuk barisan pejabat yang dicopot. Namun, penindakan tegas harus tetap diambilnya.

"Bahkan diantara mereka ada salah satu keluarga dekat saya, tapi ini dilakukan atas nama negara, di sini kita harus adil pada mereka, meritokrasi, merit system," tegasnya.

"Karena kalau tidak, kita sama juga kalau beternak kejahatan membiarkan kejahatan terjadi di Kementerian Pertanian. Olehnya itu, kami mengambil langkah tegas 14 orang, ada eselon 1, eselon 2, dan eselon 3, semua nonjob mulai hari ini," sambung Amran.

 

Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah

Amran enggan mengungkap kasus yang melibatkan 14 pejabatnya. Namun, dipastikan ada pelanggaran berupa dugaan korupsi.

Inspektur Jenderal Kementan, Irhan Waroihan sudah diperintahkan untuk mengusut tuntas maksimal tiga bulan. "Pelanggarannya intinya hubungannya dengan uang dan ada miliaran nilainya. Ini nilainya nanti total, yang jelas miliaran (rupiah) total. Saya beri waktu Irjen mengusut sampai paling lambat 3 bulan malau bisa 1 bulan selesai," tutur dia.

Dia membuka kemungkinan pencopotan lanjutan jika ada bukti pelanggaran lagi. Penindakan tegas ini juga telah didukung Presiden Prabowo Subianto.

"Masih ada, tetapi didalami dulu, kalau bersalah, ada dugaan bersalah, copot lagi. Enggak bisa, kami, itu perintah Presiden dan kami laporkan ke Bapak Presiden, 3 hari lalu kami laporkan, 'Pak, ada yang dicopot' beliau bilang 1 kata, 'gaspol'," bebernya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya