Sejumlah Penerbangan Dibatalkan Imbas Gempa Susulan di NTT

Hingga Selasa (18/8/2026), pukul 05.00 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, ada sebanyak 2.119 gempa susulan di NTT.

oleh Ola KedaDiterbitkan 18 Agustus 2026, 11:03 WIB
Sejumlah calon penumpang sedang melakukan reschedule tiket pesawat di Bandara El Tari Kupang (Liputan6.com/ Ola Keda)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 12 penerbangan Wings Air dibatalkan setelah gempa bumi mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).

Pembatalan penerbangan berlanjut pada Senin 17 Agustus 2026. Sejumlah penerbangan ke pulau Flores batal setelah terjadi gempa susulan.

Pembatalan penerbangan ini menyusul kerusakan pada terminal penumpang di sejumlah bandara yang terdampak gempa. Di sisi lain, aktivitas gempa susulan masih terus dipantau.

General Manager Lion Air (Wings Air Grup) Kupang, Rinus Zebua, membenarkan pembatalan sejumlah penerbangan tersebut.

"Iya benar, penerbangan dicancel hingga Senin kemarin. Hari ini Ada penerbangan yang dibuka tapi menunggu koordinasi," kata Rinus.

Rinus menjelaskan, landasan pacu dan kelengkapan instrumen untuk proses lepas landas dan pendaratan di bandara-bandara terdampak masih dalam kondisi baik. Namun, terminal penumpang di Bandara Ruteng, Ende, dan Bajawa masih mengalami kerusakan.

"Landasan pacu dan kelengkapan instrumen take off landing masih dalam keadaan baik, namun keadaan terminal penumpang masing-masing di Bandara Ruteng, Ende dan Bajawa saat ini masih mengalami kerusakan. Di samping itu, kami pantau masih berlangsungnya gempa susulan," ujarnya.

Penerbangan yang dibatalkan mencakup sejumlah rute yang menghubungkan Labuan Bajo, Ende, Bajawa, Ruteng, dan Kupang.

Rute yang terdampak antara lain Labuan Bajo-Ende, Labuan Bajo-Bajawa, Ruteng-Kupang, Kupang-Ruteng, Ende-Labuan Bajo, Ende-Kupang, Bajawa-Labuan Bajo, Bajawa-Kupang, Kupang-Bajawa, dan Kupang-Ende, termasuk penerbangan pada rute yang sama dengan jadwal berbeda.

Pembatalan dilakukan sejak gempa terjadi sebagai langkah keselamatan di tengah kondisi sejumlah bandara yang terdampak serta masih adanya gempa susulan. Sedangkan, bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, tiket dapat diajukan untuk pengembalian dana atau refund melalui agen perjalanan masing-masing.

2.119 Gempa Susulan

Usai gempa Magnitudo 7,7 yang memicu gelombang tsunami, gempa susulan masih terus terjadi di wilayah NTT. Hingga Selasa (18/8/2026), pukul 05.00 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, ada sebanyak 2.119 gempa susulan, dengan rincian Magnitudo terbesar 6,2 dan Magnitudo terkecil 1,3. Sementara itu Magnitudo di atas M5 ada sebanyak 24 kali. Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 70 gempa dirasakan getarannya oleh masyarakat.

BMKG menyebutkan, dari grafik pelurusan masih fluktiatif belum terlihat jelas pola penurunan. Estimasi peluruhan terjadi sekitar 2-3 minggu ke depan akan stabil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya