Duel Paman dan Keponakan di Rembang Berujung Maut

Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Magersari, Kabupaten Rembang, Senin (17/8/2026).

oleh Arief PramonoDiterbitkan 18 Agustus 2026, 06:03 WIB
Polisi tengah mendalami kasus penganiayaan maut antara keponakan dan paman (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Suasana pagi perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berubah menjadi tragedi. Perkelahian antara paman dan keponakan berujung maut hingga salah satu korban meregang nyawa.

Peristiwa berdarah yang menggegerkan tersebut terjadi di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Magersari, Kabupaten Rembang, Senin (17/8/2026).

Polisi menyebut konflik harta warisan menjadi latar belakang hubungan keduanya yang sebelumnya memang tidak harmonis.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Rohmat Supriyanto (49). Sementara itu, terduga pelaku berinisial AUM (16) yang merupakan keponakan korban.

Karena masih berusia di bawah umur, AUM kini menjalani proses pemeriksaan dengan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.46 WIB. Saat itu, AUM hendak berangkat ke sekolah untuk mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Hubungan antarkeluarga keduanya memang sudah tidak harmonis karena sebelumnya ada konflik terkait perebutan harta warisan,” ujar KBO Reskrim Polres Rembang Iptu Dr. Widodo Eko Prasetiyo.

Informasi yang diterima Liputan6.com menyebutkan, kejadian bermula ketika AUM melintas di Jalan Raya Lingkar Selatan Rembang, tepatnya di kawasan Dukuh Jeruk, Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori.

Saat melintas, sepeda motor yang dikendarai AUM diduga dipepet dan disenggol oleh korban. AUM kemudian tetap melanjutkan perjalanan menuju arah barat.

Namun, situasi kembali memanas ketika keduanya sampai di Jalan Nusa Indah, tepat di depan Hotel Green Doorz, Desa Magersari. Korban kembali memepet sepeda motor yang dikendarai AUM hingga keduanya akhirnya berhenti dan turun dari kendaraan.

“Pelaku turun dari motor sambil melepaskan helm, kemudian terjadi pemukulan menggunakan helm dan saling pukul,” tutur Widodo kepada wartawan.

Perkelahian tersebut sempat dilerai oleh warga sekitar yang berada di lokasi kejadian. Namun, beberapa saat kemudian korban mendadak terjatuh.

Warga yang berada di lokasi kemudian memberikan pertolongan. Namun, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Warga selanjutnya mengamankan AUM dan sejumlah barang bukti sebelum menyerahkannya kepada kepolisian.

Barang bukti yang diamankan antara lain dua unit sepeda motor milik korban dan AUM serta sebuah helm hitam merek Honda.

 

Jenazah Diperiksa

Jenazah korban dipulangkan ke rumah duka dengan ambulans usai diperiksa Tim Biddokkes Polda Jateng (Istimewa)

Tim Biddokkes Polda Jawa Tengah telah melakukan pemeriksaan medis terhadap jenazah Rohmat Supriyanto. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kabar kematian Rohmat Supriyanto membuat keluarga korban terpukul. Salah satu anak korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan, almarhum meninggalkan tiga orang anak, yakni dua laki-laki dan satu perempuan.

Sementara itu, AUM yang masih berstatus anak di bawah umur menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Rembang.

Polisi juga telah melakukan gelar perkara untuk mendalami rangkaian kejadian serta mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Kasus perkelahian maut antara paman dan keponakan di Rembang tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Penyidik terus mendalami keterangan saksi, barang bukti, serta hasil pemeriksaan medis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya