Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia diminta tidak memandang FIFA ASEAN Cup 2026 semata sebagai ajang mengumpulkan poin untuk ranking FIFA.
Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai prioritasnya adalah pembentukan tim yang lebih matang dan kompetitif.
Advertisement
Luciano menekankan nilai kompetitif setiap laga karena turnamen ini berada dalam kalender resmi FIFA.
"Ya, karena turnamen ini masuk kalender resmi FIFA, tentu setiap pertandingan memiliki nilai kompetitif dan dapat memberikan pengaruh terhadap ranking FIFA Indonesia. Jadi, tentu saja poin dan ranking tetap penting," ujar Luciano kepada Bola.com.
Turnamen baru garapan FIFA itu akan menempatkan Indonesia sebagai tuan rumah Divisi Premier.
Posisi Indonesia di Peringkat FIFA
Per 8 Agustus 2026, Timnas Indonesia berada di peringkat ke-118 dunia dengan 1.157,05 poin. Skuad Garuda saat ini ditangani pelatih John Herdman.
Sejumlah negara kuat di kawasan Asia Tenggara dikabarkan ambil bagian, sehingga persaingan dipastikan berlangsung ketat.
Fokus Pembangunan Tim dan Kedalaman Skuad
Meski mengakui pentingnya poin, Luciano mengingatkan agar perburuan ranking tidak menjadi satu-satunya tujuan.
"Tetapi, menurut saya, jangan melihat turnamen ini hanya sebagai cara untuk mengejar poin FIFA. Yang lebih penting adalah bagaimana Indonesia menggunakan ajang ini untuk membangun tim yang lebih matang, kompetitif, dan memiliki kedalaman skuad," katanya.
Menurutnya, FIFA ASEAN Cup 2026 dapat dimanfaatkan pelatih untuk memberi kesempatan bermain kepada lebih banyak pemain, termasuk talenta muda yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia.
"Indonesia harus berani memberikan kesempatan kepada pemain-pemain yang memiliki kualitas, termasuk pemain muda yang potensial tetapi tetap dengan standar kompetisi yang tinggi," ucap Luciano.
Dua Stadion Disiapkan, Jadwal 25 September-4 Oktober 2026
Indonesia menyiapkan dua venue untuk turnamen ini: Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 4 Oktober 2026.
Ajang ini juga menjadi kesempatan Timnas Indonesia untuk bangkit usai kegagalan di Piala AFF 2026, terlebih dengan status tuan rumah.
"Kalau kita ingin Indonesia terus berkembang dan memiliki target besar di level Asia bahkan Piala Dunia, setiap pertandingan resmi FIFA harus menjadi bagian dari proses pembangunan sepak bola nasional," tutur Luciano.