Update Tragedi Drag Race Kotamobagu, Korban Tewas Bertambah

Kecelakaan dipicu mobil peserta balap yang mendadak kehilangan kendali dan menghantam kerumunan penonton.

oleh yoseph ikanubunDiterbitkan 17 Agustus 2026, 18:36 WIB
Tragedi kecelakaan Open Tournament TIDAR-Muda Charaka Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Duka kembali menyelimuti masyarakat Sulawesi Utara. Muksin Dondo, warga Desa Pontodon Timur, Kecamatan Kotamobagu Utara, meninggal dunia pada Minggu, 16 Agustus 2026 setelah sempat menjalani perawatan medis intensif di RSUP Prof. Kandou Manado.

Meninggalnya Muksin menambah daftar korban jiwa dalam tragedi kecelakaan Open Tournament TIDAR-Muda Charaka Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 menjadi sembilan orang.

Insiden maut tersebut terjadi pada hari terakhir kejuaraan, Minggu, 9 Agustus 2026 di Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Kecelakaan dipicu mobil peserta balap yang mendadak kehilangan kendali hingga menerobos pembatas lintasan dan menghantam kerumunan penonton.

Muksin mengalami luka berat dalam kejadian tersebut. Ia kemudian dirujuk ke Manado untuk mendapatkan perawatan dan meninggal dunia setelah sepekan menjalani perawatan medis.

Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib hadir melayat ke rumah duka bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat dan jajaran Forkopimda. Weny juga hadir dalam prosesi pemakaman Muksin di Desa Pontodon Timur.

 

Pentingnya Evaluasi

Penampakan mobil yang menghantam sejumlah penonton dan keluar dari area balap di ajang drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. (Liputan6/Yoseph Ikanubun)

Weny menyampaikan belasungkawa atas kepergian Muksin dan menyebut rentetan korban jiwa dalam tragedi tersebut sebagai musibah terberat sepanjang kepemimpinannya di Kotamobagu.

"Atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Kota Kotamobagu, seluruh jajaran Forkopimda, dan atas nama kita semua, kami menyampaikan ucapan turut berduka cita dan berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum ke Rahmatullah," tutur Weny.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan dalam penyelenggaraan acara publik agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

"Sebagai pimpinan daerah, tentunya ini adalah pukulan yang paling kuat dan berat yang saya hadapi selama hidup saya. Satu nyawa adalah hitungan yang sangat besar bagi kita semua, tetapi hari ini kenyataan pahit harus saya telan karena ini sudah korban yang kesembilan kalinya," tegasnya.

Sementara itu, insiden tersebut kini ditangani Polda Sulawesi Utara. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk memeriksa pengemudi kendaraan serta mendalami dugaan kelalaian panitia penyelenggara dan mekanisme perizinan keselamatan arena balap.

Penyelidikan dilakukan untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab secara hukum atas tragedi tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya