Pengungsi Gempa NTT Bertahan Sambil Menanti Bantuan

oleh Arie BasukiDiterbitkan 17 Agustus 2026, 18:12 WIB
Pengungsi Gempa NTT Bertahan Sambil Menanti Bantuan
Ribuan warga terdampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur masih bertahan di tenda pengungsian pada Senin, 17 Agustus 2026, sambil membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Di Marapokot dan Mbay, Kabupaten Nagekeo, warga memasak, mencuci peralatan, mengambil air bersih hingga beristirahat dengan fasilitas terbatas. Pemerintah Provinsi NTT menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
Warga berlindung di bawah tenda di sebuah lapangan terbuka di Marapokot, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026, (AFP/ Juni Kriswanto)
Warga mencuci peralatan masak di samping tenda di sebuah lapangan terbuka di Marapokot, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026, (AFP/ Juni Kriswanto)
Warga beristirahat di bawah tenda di sebuah lapangan terbuka di Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026, (AFP/ Juni Kriswanto)
Warga beristirahat di bawah tenda di sebuah lapangan terbuka di Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026, (AFP/ Juni Kriswanto)
Seorang warga memasak di dekat tenda di sebuah lapangan terbuka di Marapokot, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026, (AFP/ Juni Kriswanto)
Seorang bayi berusia satu bulan tidur di dalam tenda di sebuah lapangan terbuka di Marapokot, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026, (AFP/ Juni Kriswanto)
Warga membawa ember berisi air bersih di dekat sebuah tenda di lapangan terbuka di Marapokot, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026, (AFP/ Juni Kriswanto)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya