Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) melanjutkan pemulihan jaringan tenaga listrik ke rumah-rumah warga usai gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagian desa belum teraliri listrik akibat akses jalan yang sulit imbas gempa.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menerangkan bahwa hingga Minggu (16/8/2026) malam, sebagian besar jaringan distribusi telah kembali beroperasi, termasuk 11 gardu induk (GI) yang sempat terdampak.
Advertisement
Namun, masih terdapat 29 desa dari total 1.557 desa yang belum dapat dipulihkan karena keterbatasan akses, serta beberapa lokasi yang masih terisolir akibat gempa dan longsor.
“Pasokan utama kelistrikan Flores sudah kembali normal. Saat ini fokus kami adalah memastikan listrik dapat kembali menyala di seluruh titik terdampak. Tim PLN terus bekerja memperbaiki dan mengganti infrastruktur jaringan yang rusak, termasuk tiang dan jaringan distribusi,” ujar Darmawan dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).
Darmawan menjelaskan, tantangan utama pemulihan saat ini adalah perbaikan jaringan distribusi dekat lokasi pelanggan yang masih terkendala tertutupnya akses.
“Masih ada beberapa dusun dan titik pelanggan yang sedang kami upayakan penormalannya. Beberapa di antaranya terkendala akses pascabencana dan masih terisolir. Kami terus mencari jalur terbaik agar tim dapat segera masuk untuk melakukan perbaikan,” kata Darmawan.
“Dalam kondisi seperti ini, kami harus bergerak cepat tanpa mengabaikan keselamatan. Setiap jaringan yang akan dinyalakan wajib dipastikan aman, baik bagi masyarakat maupun petugas. Oleh karena itu, proses pemulihan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan,” imbuhnya.
Personel PLN Masih Siaga
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, mengatakan bahwa personel PLN masih bersiaga di sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan asesmen, perbaikan, dan penormalan jaringan.
“Tim kami masih bekerja di lapangan untuk menyelesaikan beberapa titik yang belum menyala. Ada lokasi yang infrastrukturnya mengalami kerusakan dan membutuhkan penggantian, ada pula wilayah yang aksesnya masih sulit. Kami terus mengupayakan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin dengan tetap memperhatikan keamanan,” ujar Eko.
Eko menambahkan, PLN terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan pihak terkait untuk membantu membuka akses menuju wilayah terisolir demi mempercepat pemulihan.
“Dukungan dan koordinasi dengan seluruh pihak sangat penting, terutama untuk menjangkau wilayah yang aksesnya terganggu. Kami akan mengawal proses ini sampai seluruh pelanggan kembali mendapatkan pasokan listrik,” kata Eko.
Antisipasi Gempa Susulan
PLN juga menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi dampak gempa susulan maupun gangguan lanjutan yang dapat memengaruhi jaringan kelistrikan.
“Pemulihan terus kami lakukan hingga seluruh masyarakat kembali mendapatkan listrik. Kami mohon dukungan dan pengertian masyarakat apabila di beberapa lokasi prosesnya membutuhkan waktu karena kendala akses dan kerusakan infrastruktur. Keselamatan masyarakat dan petugas tetap menjadi prioritas utama,” pungkas Eko.