Melihat Prediksi Harga Emas Sepekan, Naik atau Turun?

Berikut sentimem harga emas dunia selama sepekan, dan faktor yang akan memperingaruhinya..

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 17 Agustus 2026, 07:30 WIB
Ilustrasi Harga Emas Hari Ini di Dunia. Foto: DAVID GRAY | AFP

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas menguat pada perdagangan pekan lalu setelah ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September mulai mereda. Kondisi tersebut membantu harga emas memperpanjang penguatan sepanjang Agustus.

Mengutip Kitco News, Senin (17/8/2026), harga emas spot terakhir berada di level US$ 4.376,82 per troy ounce. Harga emas naik 0,84% sepanjang pekan dan 0,59% dalam perdagangan harian.

Pergerakan harga emas cukup fluktuatif sepanjang pekan lalu. Harga emas spot mengawali perdagangan di US$ 4.342,50 per troy ounce pada Minggu malam.

Harga kemudian bergerak naik pada Senin dan Selasa seiring pelaku pasar menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Penguatan semakin tinggi setelah data Consumer Price Index (CPI) Juli AS sesuai dengan ekspektasi pasar.

Harga emas kemudian mencapai level tertinggi mingguan US$4.450,23 per troy ounce pada Kamis.

Namun, harga emas berbalik turun setelah data inflasi tingkat grosir AS yang lebih rendah mendorong aksi ambil untung setelah reli selama empat hari.

Tekanan terhadap harga emas berlanjut hingga Jumat pagi. Harga emas sempat menyentuh level terendah mingguan US$ 4.311,22 per troy ounce di tengah kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Harga emas kembali menguat setelah data penjualan ritel AS menunjukkan penurunan tak terduga sebesar 0,6%.

Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. Ekspektasi tersebut menjadi sentimen positif bagi emas karena suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Survei Kitco News menunjukkan mayoritas analis masih optimistis terhadap prospek harga emas pekan depan.

 

Hasil Survei Kitco

Harga emas dunia. (Ilustrasi by AI)

Sebanyak sembilan dari 10 analis Wall Street atau 90% memperkirakan harga emas kembali naik. Sementara satu analis atau 10% memperkirakan harga emas turun.

Adam Button, Head of Currency Strategy di investingLive, menilai harga emas masih memiliki ruang untuk menguat.

“Jika emas mampu bertahan di atas US$4.300, saya pikir Anda akan merasa cukup baik. Pergerakan harga hari ini merupakan sinyal terbaik sejauh pekan ini,” kata Button.

Sementara itu, analis StoneX Group Daniel Pavilonis menilai harga emas masih membutuhkan katalis baru untuk melanjutkan kenaikan secara signifikan.

Menurut dia, data ekonomi AS sejauh ini belum cukup kuat untuk mendorong emas mencetak rekor baru.

“Kita membutuhkan eskalasi geopolitik, semacam situasi konflik yang dapat mendorong permintaan emas,” ujar Pavilonis.

Dia juga memperingatkan risiko koreksi dari sisi teknikal. Menurut Pavilonis, emas berpotensi membentuk pola head-and-shoulders yang dapat membuka ruang penurunan apabila gagal mencetak level tertinggi baru.

Pergerakan harga emas pekan depan akan dipengaruhi sejumlah data ekonomi AS. Salah satu yang paling dinantikan adalah risalah rapat FOMC 28-29 Juli.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Harga emas dunia. (Ilustrasi by AI)

Risalah tersebut akan menjadi petunjuk mengenai pandangan pejabat The Fed terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arah kebijakan suku bunga.

Selain itu, pasar akan mencermati data manufaktur, Housing Starts, Building Permits, klaim pengangguran mingguan, Philadelphia Fed Manufacturing Index, serta Flash S&P Global Composite PMI.

Marc Chandler, Managing Director Bannockburn Global Forex, memperkirakan emas masih berpeluang menguat dan menguji moving average 200 hari di sekitar US$ 4.503 per troy ounce.

“Saya menyukai prospek emas yang lebih tinggi pekan depan dan memperkirakan harga akan menguji moving average 200 hari di sekitar US$ 4.503,” kata Chandler.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya