Gempa NTT Menewaskan 33 Orang, Istana Berduka

Gempa Guncang NTT dan Menelan Korban Jiwa, Istana Ucapkan Duka Cita

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 15 Agustus 2026, 16:00 WIB
Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores di Pelabuhan Laurensius Say di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (AFP/ Arnold Welianto)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengucapkan duka cita mendalam atas bencana gempa magnitudo (M) 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Hingga saat ini, gempa di NTT sudah menelan 33 korban jiwa.

"Pertama-tama tentunya kami menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap adanya beberapa yang dilaporkan kepada kami, ada beberapa korban meninggal dunia akibat gempa tersebut," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Dia mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencabut peringatan dini tsunami. Kendati ada kenaikan muka air laut di beberapa daerah, Prasetyo mengingatkan masyarakat tak khawatir.

"Kami tadi pagi juga sudah melapor kepada Bapak Presiden, dan kami berkoordinasi dengan Menteri, Menko PMK, kemudian kami juga tadi pagi sudah berkoordinasi dengan Kepala Basarnas, kemudian dengan Kepala BMKG yang juga sempat memberikan peringatan dini akan potensi terjadinya tsunami, tetapi Alhamdulillah peringatan dini tersebut sudah dicabut. Dan memang di beberapa tempat ada kenaikan muka air tetapi masih tidak terlalu besar," jelasnya.

Prasetto memastikan pemerintah gerak cepat dapat melakukan mitigasi dan penyelematan korban dan warga terdampak gempa NTT. Terutama, warga yang masih terjebak di reruntuhan bangunan.

"Dilaporkan beberapa yang masih ada di apa, reruntuhan, dan beberapa bangunan-bangunan termasuk ada pelabuhan ada satu pelabuhan yang tadi dikirimkan kami juga di Maumere, itu ada reruntuhan-reruntuhan dan kemudian ada beberapa kantor-kantor juga yang runtuh. Nah, kami minta untuk segera dicek apakah ada korban di reruntuhan-reruntuhan tersebut," pungkasnya.

Di sisi lain, Prasetyo menuturkan pemerintah telah menyiagakan helikopter di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta apabila dibutuhkan untuk mengirimkan bantuan ke NTT.

"Kami juga men-standby-kan di Halim bilamana sewaktu-waktu diperlukan perbantuan dari pemerintah pusat kami sudah siap-siap sediakan," ujar Prasetyo.

Update Korban Gempa

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan data sementara korban gempa magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026). Hingga kini, tercatat 33 orang meninggal dunia dan 23 orang mengalami luka-luka.

“Saat ini data yang kami miliki, ada korban meninggal 33 orang: di Sikka 3 orang, Ende 1 orang, Manggarai 14 orang, Manggarai Timur 14 orang, dan Manggarai Barat 1 orang,” ujar Melki saat memberikan keterangan pers di Maumere.

Korban meninggal terbanyak tercatat di Manggarai dan Manggarai Timur, masing-masing 14 orang. Sementara korban luka tercatat di Sikka sebanyak enam orang, Ende 13 orang, dan Manggarai Barat empat orang. Ribuan warga juga dilaporkan mengungsi.

Selain korban jiwa, empat orang dilaporkan masih terjebak di dalam bangunan di wilayah Manggarai. Tim gabungan saat ini melakukan upaya evakuasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya