Gempa NTT Picu Peringatan Tsunami, Warga di 8 Wilayah Diminta Evakuasi

BMKG menetapkan delapan wilayah berstatus Siaga tsunami imbas gempa NTT dan meminta pemerintah daerah segera mengarahkan masyarakat untuk evakuasi.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 15 Agustus 2026, 07:37 WIB
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,0 yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, memicu peringatan dini tsunami. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,0 yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB.

Hasil pemodelan tsunami BMKG menunjukkan sejumlah wilayah masuk dalam status Siaga. Dalam ketentuan BMKG, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota yang berada dalam status tersebut diminta segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.

Delapan wilayah yang masuk status Siaga tersebut yakni Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Selayar, Sulawesi Selatan, Ende bagian utara, NTT, Sikka bagian utara, Jeneponto, Sulawesi Selatan, dan Bantaeng.

Berdasarkan pemodelan BMKG, perkiraan waktu tiba tsunami di wilayah Siaga tersebut berada pada rentang pukul 05.02 hingga 05.46 WIB. Wilayah Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, dan Manggarai Barat bagian utara menjadi daerah dengan estimasi waktu tiba paling awal, yakni sekitar pukul 05.02-05.03 WIB.

Sementara itu, Selayar diperkirakan mengalami waktu tiba pada pukul 05.04 WIB, disusul Ende bagian utara pukul 05.05 WIB, Sikka bagian utara pukul 05.13 WIB, Jeneponto pukul 05.15 WIB, dan Bantaeng pukul 05.46 WIB.

BMKG menjelaskan status Siaga berarti pemerintah daerah di wilayah tersebut perlu memperhatikan peringatan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.

 

Masyarakat Diminta Jauhi Pantai

Selain wilayah berstatus Siaga, BMKG juga menetapkan sejumlah daerah dalam status Waspada. Masyarakat di wilayah berstatus Waspada diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.

Peringatan tsunami ini dikeluarkan setelah gempa M 7,7 yang terjadi di wilayah Flores, NTT. BMKG sebelumnya menyatakan gempa tersebut berpotensi tsunami di wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Dalam pembaruan berikutnya, BMKG juga mencatat tsunami telah terdeteksi di sejumlah lokasi, termasuk Sikka, Labuan Bajo, Dompu, Flores Timur, dan Maurole, Ende. Gelombang tertinggi yang tercatat dalam pembaruan tersebut mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende, pada pukul 05.27 WIB.

Masyarakat di wilayah terdampak diminta mengikuti arahan pemerintah daerah, BPBD, BNPB, dan informasi resmi BMKG serta tidak kembali ke kawasan pantai sebelum dinyatakan aman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya