AS Desak Negara Amerika Latin Tinggalkan Mahkamah Pidana Internasional

Amerika Serikat (AS) mendesak negara-negara Amerika Latin keluar dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

oleh Septian DenyDiterbitkan 14 Agustus 2026, 19:30 WIB
  Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. (Dok. AP Photo/Ben Curtis)      

Liputan6.com, Washington - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mendesak negara-negara Amerika Latin yang tergabung dalam Americas Counter-Cartel Coalition (ACCC) untuk keluar dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Ia menuding lembaga tersebut telah berupaya melemahkan kedaulatan negara.

Dikutip dari Anadolu, Jumat (14/8/2026), seruan itu disampaikan Hegseth dalam sebuah pernyataan di Panama pada Rabu. Ia secara khusus mendorong seluruh anggota ACCC untuk meninggalkan ICC dan menolak upaya pengadilan tersebut yang menurutnya dapat mengambil alih kewenangan pemerintah serta pengadilan nasional.

Hegseth menegaskan bahwa setiap negara harus tetap memiliki kewenangan untuk mengerahkan pasukan dan melindungi warganya berdasarkan hukum serta konstitusi masing-masing.

Ia juga menuduh ICC berusaha memperluas yurisdiksinya terhadap personel militer dan operasi militer Amerika Serikat serta negara-negara mitranya. Hegseth menyebut langkah tersebut sebagai upaya perebutan kekuasaan yang tidak memiliki dasar hukum.

Menurut Hegseth, negaranya tetap mempertahankan kedaulatan dan kemampuan untuk mengerahkan pasukan demi kepentingan pertahanan sendiri. Ia menegaskan bahwa pemerintah seharusnya bertanggung jawab kepada warga negara dan konstitusi masing-masing, bukan kepada pejabat internasional yang tidak dipilih melalui pemilu.

Sebagai menteri pertahanan maupun sebelum menjabat posisi tersebut, Hegseth juga kerap berpendapat bahwa aturan yang dianggap tidak perlu dapat membatasi kemampuan tentara Amerika Serikat dalam bertempur. Ia menekankan bahwa pertimbangan utama dalam operasi militer seharusnya adalah kemampuan untuk memberikan daya hancur.

Hegseth juga sebelumnya mendorong Presiden AS Donald Trump untuk turun tangan membela personel militer yang menghadapi tuduhan kejahatan perang.

 

Kolombia Bergabung dengan Koalisi

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella dalam upacara pelantikannya pada 7 Agustus 2026 di Cali, Kolombia. (Dok. AP/Matias Delacroix)

Dalam kesempatan yang sama, Hegseth mengumumkan bahwa Kolombia akan bergabung dengan ACCC sebagai anggota ke-19.

Ia mengatakan Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella telah meminta Amerika Serikat untuk ikut membantu negaranya dalam memerangi terorisme narkotika. Permintaan tersebut mencakup otorisasi operasi militer bersama untuk menghancurkan jaringan teroris dan jaringan teror.

Pernyataan Hegseth disampaikan ketika Washington meningkatkan tekanannya terhadap ICC. Presiden Trump sebelumnya mengatakan upaya Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk membuat ICC tunduk ditujukan untuk melindungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pihak lain yang tengah mendapat perhatian dari pengadilan tersebut.

Dalam pertemuan di Camp David bulan lalu, Rubio menyatakan ICC telah kehilangan legitimasi setelah mengklaim yurisdiksi atas negara-negara yang bukan anggotanya. Trump kemudian mengatakan Rubio berupaya membela Netanyahu dan pihak lainnya.

Amerika Serikat sendiri bukan negara pihak dalam ICC dan telah lama menentang yurisdiksi pengadilan tersebut. Tekanan Washington terhadap ICC meningkat setelah pengadilan itu mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November 2024 terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant terkait dugaan kejahatan di Gaza.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya