Prabowo: Kita Tak Anti Pasar, tapi Pasar Bisa Dimanipulasi

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, ekonomi didasarkan atas bergeraknya pasar tetapi pihak yang memiliki modal besar dapat memanipulasi pasar.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 14 Agustus 2026, 12:22 WIB
Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak menerapkan kebijakan ekonomi yang anti pasar. Namun, ia mengingatkan mekanisme pasar dapat dimanipulasi oleh pihak yang memiliki kekuatan modal besar.

“Kita tidak anti pasar, tidak bisa kita anti pasar. Ekonomi didasarkan atas bergeraknya pasar, tapi pasar bisa dimanipulasi, pasar bisa dirusak, pasar bisa diatur oleh mereka yang menguasai modal besar,” kata Prabowo dalam pidatonya di Kompleks Parlemen, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, pemerintah membangun Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat posisi masyarakat dalam rantai pasok. Program tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan rakyat terhadap pihak yang memiliki kekuatan modal besar.

"Hari ini kita telah berhasil mendirikan dan mengoperasikan 10 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. 3.300 di antaranya telah beroperasi secara optimal,” ujarnya.

Prabowo menargetkan sebanyak 30 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih telah berdiri dan beroperasi dengan baik pada akhir 2026.

Ia mengatakan keberadaan koperasi tersebut akan membuat negara memiliki kendali lebih besar terhadap rantai pasok sekaligus mencegah praktik yang dapat merugikan masyarakat.

"Untuk pertama kali negara akan menguasai rantai pasok sendiri sehingga kita tidak bisa dipermainkan saudagar-saudagar yang hendak mempermainkan pasar,” tegasnya.

Prabowo juga menegaskan pemerintah akan menyalurkan barang-barang bersubsidi melalui Koperasi Merah Putih. Menurut dia, barang subsidi merupakan hasil penggunaan uang rakyat sehingga tidak seharusnya menjadi komoditas perdagangan.

"Subsidi adalah uang rakyat, barang yang disubsidi, disubsidi oleh uang rakyat, untuk rakyat, dan bukan dagangan,” kata Prabowo.

Pidato Prabowo di Sidang Tahunan: Libas Spekulan Lewat 30.000 Koperasi Merah Putih

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (AP/ Dita Alangkara)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam melindungi masyarakat dari praktik manipulasi harga dan penguasaan modal besar di rantai distribusi nasional. Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI, Prabowo mengumumkan langkah strategis penguatan ekonomi kerakyatan melalui pendirian dan pengoperasian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih secara masif di seluruh wilayah Indonesia. 

Presiden menyampaikan bahwa hingga saat ini, pemerintah telah berhasil mendirikan dan mengoperasikan 10.000 Kopdes Merah Putih, dengan 3.300 di antaranya sudah beroperasi secara optimal. Pemerintah pun memasang target besar untuk menyelesaikan pembentukan 30.000 unit koperasi hingga akhir tahun 2026.

Langkah pembentukan Kopdes Merah Putih dinilai sebagai momentum bersejarah bagi kedaulatan ekonomi nasional. Prabowo menegaskan, keberadaan jaringan koperasi desa ini memungkinkan negara untuk memegang kendali penuh atas sistem distribusi pangan dan barang pokok secara mandiri.

"Dengan Koperasi Merah Putih, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia sejak pertama menerima kedaulatan, negara akan menguasai rantai pasok sendiri. Sehingga kita tidak bisa dipermainkan oleh saudagar-saudagar yang hendak memainkan pasar," tegas Presiden Prabowo di hadapan majelis MPR/DPR/DPD RI, Jumat (14/8/2026).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya