Prabowo Pamer Realisasi Investasi Tembus Rp 1.010 Triliun di Tengah Badai Geopolitik

Dalam Pidato Sidang Tahunan MPR RI, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi nasional.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 14 Agustus 2026, 10:40 WIB
Presiden Indonesia Prabowo Subianto saat tiba menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang bersama DPR dan DPD RI tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (AP/Dita Alangkara)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah meningkatnya konflik geopolitik, perang terbuka, dan tekanan ekonomi global, Indonesia berhasil membuktikan ketangguhan ekonominya. Dalam Pidato Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa realisasi investasi nasional terus tumbuh positif serta berhasil menyerap jutaan tenaga kerja.

Presiden menyoroti bagaimana situasi dunia saat ini diwarnai oleh konflik di Eropa, Timur Tengah, hingga perang dagang yang memicu gangguan rantai pasok (supply chain) global. Kondisi ini menuntut Indonesia untuk semakin kokoh dan mandiri secara ekonomi.

"Dalam keadaan seperti ini, Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Presiden Prabowo di hadapan para anggota MPR/DPR/DPD RI.

 

Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja Baru

Kemandirian dan stabilitas nasional tersebut terbukti menjadi magnet kuat bagi para investor. Presiden mengungkapkan bahwa berkat kerja keras bersama dan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, tren investasi Indonesia tetap berada dalam jalur positif.

Sepanjang tahun 2025 lalu, realisasi investasi Indonesia berhasil menembus angka Rp 1.931 triliun. Penyerapan investasi yang masif ini telah berdampak langsung pada masyarakat dengan membukukan penciptaan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja baru.

Tren positif ini terus berlanjut hingga tahun berjalan. Pada Semester I 2026, nilai realisasi investasi telah mencapai Rp 1.010 triliun dan mampu membuka lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap solid dan berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika krisis global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya