Liputan6.com, Jakarta - Komisaris PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), Hartono Atmadja menambah kepemilikan saham GOOD pada pertengahan Agustus 2026. Hal ini dilakukan untuk investasi.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (13/8/2026), Hartono Atmadja membeli 1.000.000 saham GOOD dengan harga Rp 400 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian saham GOOD itu sekitar Rp 400 juta.
Advertisement
“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Setelah transaksi pembelian saham GOOD, Hartono mengenggam 516.587.500 saham GOOD atau setara 1,4%. Sebelumnya, ia memiliki 515.587.500 saham GOOD atau 1,4%.
Dalam keterbukaan informasi itu juga disebutkan, Hartono merupakan pengendali saham GOOD, dan akan mempertahankan pengendalian.
Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 13 Agustus 2026, harga saham GOOD turun 1,3% menjadi Rp 304 per saham. Harga saham GGOD dibuka stagnan di Rp 308 per saham. Saham GOOD berada di level tertinggi Rp 308 dan terendah Rp 300 per saham. Total frekuensi perdagangan 87 kali dengan volume perdagangan saham 68.855 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,7 miliar.
Kinerja Semester I 2026
Sebelumnya, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) mencatat kinerja keuangan positif hingga semester I 2026. Perseroan membukukan pertumbuhan penjualan dan laba hingga Juni 2026.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, 9 Agustus 2026, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk meraup penjualan bersih Rp 7,26 triliun. Penjualan perseroan naik 20,22% menjadi Rp 7,26 triliun hingga semester I 2026. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan mencatat penjualan bersih Rp 6,04 triliun.
Beban pokok penjualan bertambah 22,28% menjadi Rp 5,35 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,37 triliun. Seiring hal itu, laba kotor perseroan naik 14,94% menjadi Rp 1,91 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,66 triliun.
Aset Perseroan
Beban penjualan naik 23,65% menjadi Rp 1,08 triliun hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 877,26 miliar. Beban umum dan administrasi naik 1,28% menjadi Rp 376,82 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 372,04 miliar. Perseroan mencatat penghasilan keuangan naik 13,20% dari Rp 22,80 miliar hingga Juni 2025 menjadi Rp 25,81 miliar hingga Juni 2026.
Laba periode berjalan naik 6,5% menjadi Rp 309,28 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 290,33 miliar.
Perseroan mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas indik bertambah 4,92% menjadi Rp 270,38 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 257,69 miliar.
Laba per saham dasar dan dilusi naik menjadi Rp 7,33 hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,99.
Perseroan mencatat ekuitas turun menjadi Rp 4,31 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,36 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 5,07 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,97 triliun.
Aset naik menjadi Rp 9,38 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 9,33 triliun. Perseroan kantongi kas dan setaras sebesar Rp 912,62 miliar hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 1,14 triliun.