Liputan6.com, Jakarta - Awak kapal berkewarganegaraan Indonesia (WNI) menjadi korban dalam serangan Houthi terhadap kapal komersial di Selat Bab al-Mandeb, Yaman pada Selasa (11/8/2026) lalu.
Advertisement
Dari tiga anak buah kapal (ABK) WNI yang terdampak, dua orang dipastikan selamat, sementara satu lainnya masih dalam pencarian setelah dinyatakan hilang.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan salah satu ABK WNI mengalami luka ringan akibat serpihan. Kondisinya tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, satu ABK lainnya mengalami luka dan masih menjalani perawatan. Namun, kondisinya saat ini stabil.
Adapun satu ABK WNI lainnya sempat disebut oleh sejumlah sumber telah meninggal dunia. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh Kemlu RI dari Kementerian Luar Negeri Yaman, ABK tersebut masih berstatus hilang dan belum ditemukan.
“Yang satu ABK mungkin beberapa sumber menyebutnya meninggal dunia. Tapi pagi ini kami mendapatkan konfirmasi dari Kementerian Luar Negeri Yaman yang menyatakan bahwa ABK yang ketiga ini dalam kondisi hilang, jadi belum ditemukan,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah di Kantor Kemlu, Kamis (13/8/2026),
Upaya pencarian terhadap ABK yang hilang masih terus dilakukan. Pemerintah Indonesia juga terus berkomunikasi secara intensif dengan pihak Yaman untuk memperoleh perkembangan terbaru terkait proses pencarian.
Pemerintah Yaman disebut akan segera memberikan informasi apabila terdapat perkembangan dalam upaya menemukan ABK WNI tersebut.
Menlu Mengecam Keras
Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Yaman. Dalam komunikasi tersebut, Sugiono menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Yaman atas bantuan serta fasilitasi berbagai kebutuhan akses konsuler bagi WNI yang terdampak.
“Pak Menlu saat itu menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Yemen atas asistensi dan juga dalam fasilitasi berbagai keperluan consular access untuk WNI kita,” ungkap Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Yvonne Mewengkang.
Selain menyampaikan apresiasi, Sugiono juga mengecam keras serangan tersebut. Sugiono, kata Yvonne, juga menekankan pentingnya langkah-langkah untuk mencegah konflik semakin meluas.
“Dan tentunya beliau strongly condemns serangan ini,” lanjutnya.
Hingga saat ini, pencarian terhadap satu ABK WNI yang hilang masih berlangsung, sementara dua ABK lainnya berada dalam kondisi selamat, dengan satu di antaranya masih menjalani perawatan.