Puluhan Ribu Warga Kanada Desak Pengusiran Duta Besar AS

Penolakan publik Kanada terhadap Duta Besar AS meluas di tengah negosiasi dagang kedua negara.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 13 Agustus 2026, 14:41 WIB
Duta Besar Amerika Serikat untuk Kanada Pete Hoekstra. (Dok. Daniel Shular/The Grand Rapids Press via AP)

Liputan6.com, Ottawa - Lebih dari 70.000 warga Kanada telah menandatangani petisi yang mendesak agar Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Kanada Pete Hoekstra diusir dari negara tersebut. Hoekstra dituding telah mengganggu hubungan diplomatik antara kedua negara bertetangga itu.

Petisi yang diajukan secara daring tersebut menuduh Hoekstra berulang kali ikut campur dalam perdebatan politik di Kanada. Ia dianggap membuat ancaman pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Kanada sebagai "negara bagian ke-51" AS seolah menjadi hal biasa.

Dalam pernyataan kepada BBC, Kedutaan Besar AS mengatakan telah mengetahui keberadaan petisi tersebut, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.

Petisi itu muncul ketika Kanada dan AS tengah mengintensifkan perundingan dagang untuk mencapai kesepakatan sebelum tarif baru AS mulai berlaku pada Rabu (19/8/2026). 

Petisi yang digagas seorang perempuan asal Calgary itu turut menyoroti pertemuan di Washington antara pejabat Departemen Luar Negeri AS dan sejumlah warga Alberta yang menginginkan provinsi tersebut memisahkan diri dari Kanada.

Para penandatangan petisi meminta agar Hoekstra tidak lagi menjabat sebagai duta besar AS untuk Kanada. Mereka turut mendesak sebuah komite parlemen mengkaji dugaan "campur tangan diplomatik AS dalam urusan dalam negeri Kanada".

Leanne Walker, penggagas petisi tersebut, mengaku tidak menyangka dukungan yang diterimanya akan sebesar itu.

"Ini jauh melampaui apa yang saya perkirakan," katanya kepada lembaga penyiaran publik Kanada, CBC News.

"Bagi saya, ini menunjukkan bahwa persoalan tersebut bukan hanya menjadi perhatian segelintir orang. Banyak warga Kanada merasa tidak nyaman melihat Hoekstra terus mengulang pernyataan Trump mengenai kedaulatan kami dan Kanada secara keseluruhan."

 

Kontroversi Hoekstra di Kanada

Hoekstra merupakan anggota Partai Republik sekaligus sekutu Trump. Ia selama ini gigih membela kebijakan perdagangan Trump dengan alasan kebijakan tersebut bertujuan menjamin keamanan dan kesejahteraan warga Amerika.

Ia menilai hubungan AS dan Kanada sangat penting.

Namun, masa tugasnya di Kanada diwarnai sejumlah kontroversi.

Ia pernah berselisih dengan perwakilan perdagangan Ontario. Hoekstra menuai kritik karena membagikan ulang pernyataan Trump mengenai Kanada yang menjadi negara bagian ke-51 AS. Kepada wartawan, ia mengatakan gagasan tersebut bisa menjadi "pembahasan yang menarik" bagi para pemimpin kedua negara.

Belakangan, Hoekstra kembali dikritik setelah mengundang salah satu pemimpin gerakan Freedom Convoy 2022 ke acara resmi perayaan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli.

Hoekstra pernah menyebut sebagian retorika politik di Kanada sebagai "anti-Amerika". Ia berulang kali menyampaikan keberatan atas keputusan sebagian besar provinsi di Kanada untuk menarik minuman beralkohol asal AS dari rak-rak toko. Kebijakan tersebut menjadi salah satu sumber utama ketegangan dalam perundingan perdagangan kedua negara saat ini.

Petisi yang menuntut Hoekstra tidak lagi menjabat sebagai duta besar AS untuk Kanada itu akan diajukan ke parlemen pada akhir tahun ini oleh pemimpin Partai Hijau, Elizabeth May.

Dalam pernyataan kepada BBC, kantor May mengatakan bahwa ia berkewajiban menjadi sponsor petisi yang diajukan warga, terlepas dari apakah secara pribadi ia setuju dengan tuntutan tersebut.

Warga Kanada dapat mengajukan petisi melalui Dewan Rakyat, majelis rendah parlemen negara itu. Pada waktu tertentu, terdapat puluhan petisi yang masih terbuka dan banyak di antaranya hanya memperoleh beberapa ratus tanda tangan.

Petisi hanya dapat diajukan oleh penduduk Kanada. Setelah mendapat persetujuan dari seorang anggota parlemen, petisi akan dimuat di situs resmi parlemen. Jika berhasil mengumpulkan sedikitnya 500 tanda tangan yang sah, petisi dapat diajukan ke Dewan Rakyat dan pemerintah wajib memberikan tanggapan.

Hingga Rabu pagi, petisi terhadap Hoekstra telah memperoleh jauh lebih dari 500 tanda tangan sehingga memenuhi syarat untuk diajukan ke Dewan Rakyat Kanada.

Petisi tersebut muncul ketika para perunding Kanada tengah berpacu untuk mencegah rencana tarif AS sebesar 50 persen terhadap barang-barang Kanada senilai sekitar US$ 20 miliar hingga US$ 28 miliar.

Bulan lalu, Trump mengumumkan rencana tarif tersebut sebagai balasan atas apa yang disebutnya sebagai "perlakuan tidak setara" terhadap mobil, produk susu, dan minuman beralkohol asal AS.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney kemudian memperingatkan bahwa pemerintahnya dapat mengambil langkah balasan lebih lanjut apabila tarif baru tersebut benar-benar diberlakukan.

Media Kanada melaporkan bahwa Ottawa dan Washington berpeluang mencapai kesepakatan sementara dalam beberapa hari mendatang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya