Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali menguat pada perdagangan saham Kamis, (13/8/2026). Analis menilai, potensi kenaikan IHSG itu setelah MSCI mengumumkan Indonesia tetap di emerging markets.
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 1,69% dan disertai dengan aksi beli saham oleh aksi beli investor asing Rp 483 miliar pada perdagangan saham Rabu, 12 Agustus 2026. Saham-saham yang paling banyak dibeli asing antara lain saham PTRO, BREN, CUAN, BRPT dan BBCA.
Advertisement
"Setelah pengumuman MSCI tetap di emerging market, IHSG berpotensi lanjut menguat kembali. Asalkan tetap berada di atas 6.300, target IHSG ke 7.300 middle term,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.300-6.320 dan level resistance 6.400-6.450 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.
Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto menuturkan, review MSCI Agustus 2026 memberikan hasil lebih negatif bagi pasar Indonesia.
"Sesuai ekspektasi kami, CPIN turun dari Global Standard ke Small Cap, sementara risiko pada GOTO terealisasi dengan penghapusan dari MSCI Indonesia Investable Market Index. MSCI secara spesifik menyebut rendahnya likuiditas akibat GOTO bertahan di harga minimum Rp 50 sejak Mei sebagai penyebab potensi index relicability issues,” ujar dia dalam catatannya.
Ia menuturkan, pihaknya melihat dampak utama bersifat teknikal dengan potensi passive inflow, sejalan dengan pembatasan MSCI yang masih berlaku.
“Meski demikian, dampak terhadap IHSG seharusnya relatif terbatas dan lebih terkonsentrasi pada saham terdampak. Fokus pasar selanjutnya akan beralih pada respons foreign flow dan perkembangan evaluasi MSCI terhadap investability pasar Indonesia,” ujar Rully.
Saham CPIN Masuk Indeks MSCI Global Small Cap
Sebelumnya, penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI Inc) merilis hasil peninjauan konstituen terbaru pada Agustus 2026. Pada indeks MSCI Global Small Cap, ada satu saham emiten Indonesia yang masuk, dan sembilan saham dihapus.
Saham emiten Indonesia yang masuk indeks MSCI Global Small Cap yakni Charoen Pokphand Indonesia. Sedangkan sembilan saham emiten Indonesia dihapus antara lain saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).
Adapun MSCI menghapus dua saham emiten Indonesia di MSCI Global Standard Indexes yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Selain itu, MSCI tidak menambah dan menghapus saham asal Indonesia di MSCI Micro Cap Indexes.
Konstituen di indeks MSCI akan berubah pada 31 Agustus 2026, dan efektif pada 1 September 2026. Adapun indeks review selanjutnya akan diumumkan pada 11 November 2026, dan efektif pada 1 Desember 2026.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.