Lionel Messi Unggah Surat Menyentuh untuk Mendiang Ayah, Singgung Masa Depan di Sepak Bola

Lionel Messi menulis surat perpisahan untuk Jorge Messi usai sang ayah wafat. Ia mengaku sulit melanjutkan hidup dan menyinggung keraguan soal karier.

oleh Hery KurniawanDiterbitkan 12 Agustus 2026, 23:05 WIB
Kapten Argentina Lionel Messi menangis usai final Piala Dunia 2026. (AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Jakarta - Lionel Messi memperlihatkan sisi paling personalnya lewat sebuah unggahan di Instagram. Rabu (12/8/2026) malam WIB, kapten Argentina itu membagikan surat perpisahan untuk ayahnya, Jorge Messi, beberapa hari setelah sang ayah meninggal dunia di Rosario, Argentina, Sabtu (8/8/2026).

Selama ini Messi kerap dilekatkan dengan julukan "Dewa Sepak Bola" atau "Alien". Kali ini, legenda Barcelona tersebut menyampaikan duka dan keterikatan yang sangat dekat dengan ayahnya melalui pesan panjang di media sosial.

Melalui foto kebersamaan dengan Jorge Messi, ia menuliskan isi hati yang menyingkap betapa besar peran sang ayah dalam hidup dan kariernya, sekaligus menggambarkan betapa berat masa-masa berduka yang sedang dijalani.


Ucapan Perpisahan

Ayah penyerang Argentina Lionel Messi, Jorge Messi (kiri), dan saudaranya, Rodrigo, menunggu dimulainya pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan antara Argentina dan Peru di Stadion La Bombonera, Buenos Aires, pada 19 November 2024. (JUAN MABROMATA/AFP)

Messi mengunggah potret bersama sang ayah disertai tulisan panjang. Unggahan itu menjadi pernyataan publik pertamanya setelah kepergian Jorge Messi.

Dalam narasi yang ia bagikan, Messi menempatkan peran ayah sebagai pendamping sejak awal perjalanan kariernya. La Pulga juga menggambarkan betapa dekatnya hubungan keduanya di dalam dan luar lapangan.

Selain menandai momen duka, unggahan tersebut memuat pengakuan emosional yang menyiratkan kebingungan Messi menghadapi hari-hari selanjutnya tanpa figur yang selama ini menjadi sandaran.


Keraguan Messi Soal Karier

Lionel Messi hadir dalam acara pemakaman ayahnya, Jorge Messi di Rosario, Argentina pada 9 Agustus 2026. (AFP/Luis Robayo)

Di bagian awal surat, Messi menyinggung betapa ia merasa goyah usai kepergian sang ayah. Ia bahkan mengisyaratkan munculnya pertanyaan besar mengenai kelanjutan profesinya sebagai pesepak bola.

"Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan tanpa dirimu, saya tidak tahu bagaimana melanjutkan. Saya hanya bermain sepak bola dan sekarang saya punya cukup banyak keraguan apakah saya akan terus melakukannya lebih lama lagi. Anda berada di sisi saya sejak awal; tinggal sedikit lagi sampai akhir. Mengapa Anda tidak bisa bertahan sedikit lebih lama agar kita bisa menuntaskannya bersama?" tulis Lionel Messi.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Jorge Messi berada di garis terdepan perjalanan profesional putranya, dari awal sampai mendekati penutup karier. Hilangnya sosok tersebut membuat Messi menggambarkan masa depan yang tiba-tiba tanpa pegangan.


Kisah Piala Dunia 2026: Untuk Memberi Waktu Ayah Pulih

Messi juga mengungkap bahwa kondisi kesehatan ayahnya memburuk menjelang Piala Dunia 2026. Ia menyebut motivasi utamanya saat itu adalah melangkah sejauh mungkin agar memberi waktu bagi sang ayah untuk pulih dan, jika memungkinkan, ikut bepergian menyaksikannya bermain.

Lanjut Baca:

"Kamu memintaku untuk bermain di Piala Dunia terakhir, dan justru pada hari-hari menjelang turnamen dimulai kondisimu memburuk paling parah. Itu pertama kalinya kamu tidak akan berada di sebuah turnamen, tetapi Ibu bilang kepadaku bahwa kamu akan membaik dan cukup sehat untuk bepergian." "Aku bilang kepadamu bahwa kami akan mencapai final agar kamu bisa bepergian. Setiap kali sebuah pertandingan berakhir, aku menunggu dan merindukan pesanmu. Saat itulah aku sadar situasinya benar-benar buruk." "Meski begitu, aku tidak berhenti memikirkan untuk melangkah sejauh mungkin, untuk memberimu waktu dan agar kamu bisa menonton sebuah pertandingan. Kami mencapai final dan kamu tidak bisa berada di sana. Aku ingin memenanginya untuk membawanya kepadamu dan menunjukkan yang baru kepadamu." Argentina akhirnya kalah 1-0 dari Spanyol, yang kembali menjadi juara. Messi menuturkan bahwa kondisi fisiknya tidak berada pada level terbaik selama turnamen tersebut. "Aku tidak bisa: kakiku sudah tidak sanggup lagi. Kali ini aku mencoba melawan tubuhku, tetapi aku tidak bisa. Aku tidak pernah benar-benar merasa baik. Ketika aku tiba, kamu mengira kami kalah di final lewat adu penalti. Kami tidak bisa membicarakan apa pun yang terjadi. Kamu tidak bisa menikmati apa pun. Kami bukan juara, tetapi kamu tidak tahu betapa kami menikmati setiap pertandingan. Sekali lagi, kamu benar: aku harus berada di sana dan memainkannya," pungkas Messi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya