Liputan6.com, Jakarta - Tak perlu berkeliling dari satu kota ke kota lain untuk mencicipi kuliner legendaris Indonesia. Kampung Legendaris kembali hadir di Mal Ciputra Jakarta dengan menghadirkan lebih dari 40 makanan dan minuman autentik dari berbagai daerah dalam satu destinasi.
Gelaran tahunan ini berlangsung pada 12–23 Agustus 2026 di Center Court, Lower Ground. Kehadirannya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI.
Advertisement
Sejumlah kuliner yang telah bertahan selama puluhan tahun turut meramaikan acara. Ada Asem-Asem Koh Liem dari Semarang yang berdiri sejak 1978, Toko OEN Semarang sejak 1936, Wingko Babat Kelapa Hijau dari Lamongan sejak 1918, serta Serabi Solo Notosuman yang telah hadir sejak 1923.
Pilihan tahun ini semakin beragam dengan kehadiran partisipan baru. Pengunjung dapat mencicipi Nasi Pecel Yu Gembrot dari Madiun sejak 1942, Loenpia Gang Lombok dari Semarang sejak 1877, Bubur Ikan Ahian dari Pontianak sejak 1983, Warung Babi Guling Pak Malen dari Bali sejak 1980, dan Kopi Asiang dari Pontianak yang berdiri sejak 1958.
General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto, mengatakan Kampung Legendaris dirancang untuk memudahkan masyarakat mengenal kuliner khas berbagai daerah.
"Pengunjung tidak perlu menghabiskan waktu untuk berkeliling dari satu kota ke kota lainnya untuk menemukan kuliner legendaris Indonesia. Cukup datang ke Mal Ciputra Jakarta, dan berbagai kuliner impian dari kota asalnya telah tersedia dalam satu destinasi," ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Dari Kuliner Legendaris hingga Jajanan Khas Daerah
Pilihan makanan di Kampung Legendaris tidak hanya berisi hidangan utama, tapi juga jajanan, camilan, minuman, hingga makanan yang mungkin jarang ditemui di luar daerah asalnya.
Pengunjung dapat mencicipi Nasi Pindang Kudus Gajahmada, Nasi Ayam Semarang Bu Lani, Mie Kocok Bandung Marika, Nasi Campur Tribukit Medan, Pempek Sriwijaya, serta Nasi Cumi Hitam Pak Kris dalam satu area.
Jajanan tradisional juga mendapat ruang melalui kehadiran Klepon Gianyar, Cempedak Goreng Ci Lina, Wingko Babat Kelapa Hijau, Serabi Solo Notosuman, Tahu Petis Yudhistira, Lekker Gajahan Solo, dan Tahu Gejrot Arjuna. Pilihan minuman, seperti Kopi Asiang, Es Durian Iko Gantinyo, Es Podeng Daplun, dan Es Sinar Garut, melengkapi perjalanan rasa tersebut.
Kampung Legendaris mempertahankan konsep kuliner yang tidak hanya mengandalkan popularitas makanan. Cerita panjang di balik setiap tenant menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan pada pengunjung.
Menjaga Cita Rasa Tetap Dekat dengan Generasi Muda
Harga menjadi salah satu perhatian dalam menghadirkan kuliner dari berbagai daerah. Sebagian tenant membawa bahan baku dari kota asal sehingga biaya logistik turut menjadi pertimbangan dalam menentukan harga jual selama acara berlangsung.
Ferry menjelaskan, pihak Mal Ciputra Jakarta meminta tenant melakukan perhitungan berdasarkan produk, bahan baku, dan biaya yang diperlukan selama proses pengiriman. Penyesuaian tersebut dilakukan agar makanan tetap memiliki harga yang sesuai tanpa mengabaikan perhitungan pelaku usaha.
"Jangan sampai ada kesan terlalu mahal atau apa. Yang penting kita berupaya semaksimal mungkin supaya ketertarikan masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk bisa mencoba menikmati hal tersebut dengan harga yang cocok," ujar Ferry.
Ruang Kuliner untuk Dinikmati Bersama Keluarga
Keluarga menjadi salah satu target utama Kampung Legendaris. Orangtua dapat mengajak anak mencicipi makanan yang telah mereka kenal sejak lama, sementara generasi muda memiliki kesempatan untuk mengenal kuliner Nusantara yang mungkin belum pernah mereka coba.
Pengalaman tersebut juga menjadi cara untuk memperkenalkan makanan daerah pada generasi berikutnya. Ferry menilai, pengenalan kuliner lokal penting agar kekayaan budaya Indonesia tetap dikenal ketika generasi baru semakin akrab dengan berbagai produk dari luar negeri.
Kenyamanan pengunjung turut menjadi perhatian selama acara berlangsung. Mal Ciputra Jakarta memberikan layanan untuk mendukung pengalaman bersantap yang nyaman dan aman bagi keluarga. Namun, orangtua tetap perlu mendampingi dan mengawasi anak selama menikmati area kuliner.