Purbaya Buka Suara Soal Tarik Keuntungan Danantara: Uang Pemerintah Masih Banyak

Kas pemerintah tercatat capai Rp 400 triliun. Rencana penyerapan keuntungan Danantara mulai 2026 diarahkan untuk memperkuat cadangan negara.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 12 Agustus 2026, 17:15 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Selasa (21/7/2026). (Liputan6.com/Christian)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi kas pemerintah masih kuat di tengah rencana pemerintah menarik sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mendukung anggaran negara.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat ditanya mengenai apakah rencana pemanfaatan sebagian keuntungan Danantara sebagai cadangan pemerintah menandakan kondisi fiskal sedang tertekan.

“Uang saya masih banyak tuh, di bank ada Rp 400 triliun sekarang,” kata Purbaya kepada wartawan di Kementerian Keuangan, Rabu (12/8/2026).

Purbaya mengatakan pemanfaatan keuntungan Danantara bukan dilakukan karena pemerintah kekurangan uang. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pendapatan dan menjaga kesinambungan anggaran.

Menurutnya, sebagian keuntungan Danantara akan ditempatkan sebagai cadangan pemerintah dan berpotensi digunakan untuk membantu mengurangi utang. Namun, bentuk dan mekanisme penerimaannya masih dibahas bersama pihak Danantara.

“Ada ide Presiden untuk menempatkan sebagian keuntungan Danantara untuk cadangan pemerintah, sehingga itu bisa mengurangi utang kita juga,” ujarnya.

Purbaya memastikan skema tersebut mulai dijalankan secara bertahap pada 2026, meski belum menentukan waktu pasti penyalurannya.

“Tahun ini mulai. Bukan bulan ini. Nanti kita lihat,” kata Purbaya.

Ia menegaskan pemerintah akan memanfaatkan berbagai sumber pendapatan—termasuk keuntungan dari Danantara—demi membuat pengelolaan anggaran menjadi semakin berkelanjutan.

Prabowo Sebut Pendapatan Danantara Melonjak 400 Persen dalam Satu Tahun

Presiden Prabowo Subianto pada acara Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad karya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia, Jumat (7/8/2026). (Liputan6.com/Devira)

Presiden Prabowo Subianto mengaku menerima laporan bahwa pendapatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melonjak hingga 400 persen.

"Dalam satu tahun beroperasi Danantara kita, saya dapat laporan bahwa revenue, penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen, kurang lebih," ujar Prabowo dalam pidatonya pada acara Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad karya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Jumat (7/8/2026).

Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa angka pertumbuhan tersebut akan terus diaudit untuk memastikan ketepatannya.

"Ini terus harus kita audit, harus kita cek. Tapi kalaupun tidak 400 persen, 300 persen atau 200 persen, ini signifikan, ini peningkatan signifikan dalam satu tahun bekerja," ucap Prabowo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan acara peluncuran dan bedah buku tersebut yang ditandai dengan penandatanganan halaman pertama giant book (buku berukuran besar) replika karya Bahlil. Usai penandatanganan, Prabowo berfoto bersama Bahlil beserta keluarga dan perwakilan pejabat negara.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, seperti Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M. Qodari, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI Luhut Binsar Pandjaitan.

Hadir pula Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, dan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya