IHSG Diprediksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Analis 12 Agustus 2026

Berikut strategi rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada Rabu, (12/8/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 Agustus 2026, 07:31 WIB
Gerak IHSG di papan elektronik di Gedung BEI (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Rabu, (12/8/2026). IHSG hari ini berpotensi naik ke 6.440-6.544. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 1,53% ke 6.267 dan masih didominasi oleh tekanan jual, meskipun volume cenderung mengecil pada perdagangan saham Selasa, 11 Agustus 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case (hitam), posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave © dari wave [iv]. Ia menuturkan, hal itu berarti IHSG berpeluang menguat dengan target 6.440-6.544. “Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan rawan terkoreksi ke rentang 5.890-6.192 untuk membentuk wave (b),”  kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 6.201,6.029 dan level resistance 6.454,6.599 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance di 6.130-6.320.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) - Buy on Weakness

Saham AMRT menguat 0,72% ke 1.395 tetapi masih didominasi oleh tekanan jual, pergerakan AMRT juga masih mampu berada di atas cluster moving average (MA) MA20 harian dan MA60. “Kami memperkirakan, posisi AMRT saat ini berada pada bagian dari wave [y] dari wave B,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.265-1.315

Target Price: 1.440, 1.590

Stoploss: below 1.220

 

 

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

2.PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Trading Buy

Saham EMAS menguat 0,33% ke 7.650 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Selama EMAS masih mampu berada di atas 7.375 sebagai area stoplossnya, posisi EMAS diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (3) pada label hitam,” kata dia.

Trading Buy: 7.475-7.600

Target Price: 7.875, 8.175

Stoploss: below 7.375

 

3.PT Harum Energy Tbk (HRUM) - Buy on Weakness

Saham HRUM terkoreksi 2,35% ke 830 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, koreksinya pun menembus dari MA20. “Kami memperkirakan, posisi HRUM saat ini berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C,” ujar dia.

Buy on Weakness: 770-800

Target Price: 910, 970

Stoploss: below 755

 

4.PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) - Buy on Weakness

Saham ICBP terkoreksi 0,33% ke 7.575 dan masih didominasi oleh tekanan jual, dengan volume yang mengecil. “Kami memperkirakan, posisi ICBP saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C,” ujar dia.

Buy on Weakness: 7.225-7.450

Target Price: 7.800, 8.200

Stoploss: below 7.125

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 11 Agustus 2026

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga meninggalkan posisi 6.300 pada perdagangan saham Selasa, (11/8/2026). Koreksi IHSG hari ini seiring mayoritas sektor saham yang tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh posisi 17.846.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 1,53% menjadi 6.267,88. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,31% menjadi 625,79. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.388,58 dan level terendah 6.230,09. Sebanyak 542 saham melemah sehingga bebani IHSG. 141 saham menguat dan 108 saham diam di tempat. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, dalam dua hari ini, IHSG melemah berturut-turut.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, koreksi IHSG hari ini sejalan dengan pergerakan bursa global dan Asia yang melemah. Pihaknya memperkirakan hal itu karena ada penguatan dari harga minyak mentah dunia yang berada di level US$ 82-US$ 88 di tengah perundingan damai Amerika Serikat-Iran yang belum mencapai kesepakatan.

 

Sektor Saham

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, sentimen lainnya yakni turunnya pergerakan harga emas dunia serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. "Pada pekan ini, investor juga mencermati akan ada MSCI dan juga data inflasi AS,” tutur dia saat dihubungi Liputan6.com.

Herditya prediksi, MSCI masih membekukan konstituen emiten Indonesia. Di sisi lain, total frekuensi perdagangan saham 2.194.645 kali dengan volume perdagangan saham 35,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.846.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham kesehatan naik 0,19%. Sektor saham industri terpangkas 3,49%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham consumer siklikal turun 2,68% dan sektor saham teknologi merosot 2,57%.

Lalu sektor saham energi turun 1,78%, sektor saham basic melemah 1,79%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 1,21%.

Di sisi lain, sektor saham keuangan terperosok 1,01%, sektor saham properti terpangkas 1,89%, sektor saham teknologi tergelincir 2,57%, sektor saham infrastruktur melemah 1,22% dan sektor saham transportasi turun 0,60%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya