Liputan6.com, Jakarta - Dior Beauty memasuki wilayah baru dengan menghadirkan Miss Dior dalam format film pendek bergaya anime. Alih-alih mengandalkan iklan konvensional, karakter Miss Dior dibawa ke dunia animasi yang lebih imajinatif dan sinematik. Proyek ini disorot Hypebae sebagai film pendek anime-inspired yang dibuat khusus untuk merayakan Miss Dior.
Film pendek tersebut digarap bersama animator dan sutradara Prancis Ugo Bienvenu, sosok di balik karya animasi Arco. Kolaborasi ini membuka ruang visual yang segar bagi Dior untuk merangkai kisah feminin Miss Dior dengan pendekatan yang terasa kontemporer dan dekat dengan budaya visual generasi kini.
Advertisement
Bagi lini ini, animasi bukan sekadar perubahan gaya visual. Miss Dior sejak awal memuat narasi tentang perempuan, keberanian, kebebasan, dan identitas—nilai yang kini diterjemahkan ke medium baru yang lebih luas daya jangkaunya.
Dunia Animasi Untuk Miss Dior
Format animasi memberi kebebasan kreatif untuk membangun dunia yang tidak terikat batas realitas, berbeda dari kampanye parfum pada umumnya yang bertumpu pada pesona model, latar spektakuler, dan sinematografi.
Melalui animasi, wangi yang tak terlihat dapat dihadirkan sebagai warna, gerak, karakter, dan lanskap imajinatif. Pendekatan ini memperkaya cara bercerita seputar parfum, dari sekadar sensasi indrawi menjadi pengalaman visual yang utuh.
Strategi tersebut sejalan dengan cara generasi baru menikmati beauty: parfum dipahami sebagai bagian dari identitas visual, suasana hati, dan narasi personal yang ingin diasosiasikan seseorang dengan dunianya.
Ugo Bienvenu Menggarap Film Pendek
Ugo Bienvenu dikenal dengan bahasa visual yang kuat, memadukan karakter, dunia futuristik, dan storytelling. Karakteristik ini selaras dengan ambisi Dior untuk menyulam kisah Miss Dior ke dalam semesta animasi yang tegas secara naratif sekaligus kaya secara estetika.
Pengalaman Bienvenu pada proyek animasi sebelumnya memberi sentuhan sinematik yang mengayakan tempo, ritme, dan kedalaman adegan. Kehadirannya mempertegas transisi Miss Dior menuju ekspresi visual yang lebih modern tanpa kehilangan roh klasiknya.
Hasilnya adalah kanvas imaji yang memungkinkan Dior mengembangkan karakter, membangun atmosfer, dan menegaskan identitas Miss Dior melalui bahasa visual yang konsisten dan mudah dikenali.
Akar Karakter: Catherine Dior Dan 1947
Miss Dior pertama kali diperkenalkan pada 1947, berbarengan dengan lahirnya New Look Christian Dior. Dior menyebutnya sebagai parfum pertama yang diciptakan Maison tersebut, menjadi penanda kuat antara busana dan aroma sebagai satu kesatuan.
Di balik namanya, terdapat sosok Catherine Dior—adik Christian Dior—yang menjadi tokoh utama dalam film pendek animasi ini. Ia dikenal memiliki keberanian luar biasa, termasuk keterlibatannya dalam French Resistance selama Perang Dunia II.
Kisah hidup Catherine menjadi fondasi narasi Miss Dior sebagai simbol perempuan yang berani, bebas, dan menentukan jalannya sendiri. Seiring waktu, karakter ini terus dikembangkan dalam kampanye Miss Dior. Natalie Portman, yang telah menjadi wajah Miss Dior selama 15 tahun, menyebut karakter tersebut tumbuh bersamanya dan menegaskan energinya bersumber dari Catherine Dior.
Miss Dior memiliki sejarah panjang menjadikan seni sebagai bagian dari identitasnya. Kolaborasi lintas medium menjadi cara untuk memperluas semesta wewangian ini melampaui produk semata.
Pada 2024, pameran Miss Dior: Stories of a Miss di Tokyo mempertemukan sejarah parfum dengan karya seni, couture, serta instalasi dari sejumlah seniman internasional. Langkah ke anime hadir sebagai kelanjutan dari cara Dior memperluas dunia Miss Dior—dari botol parfum menuju pengalaman visual yang lebih imersif.