Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menaikkan target pembiayaan UMKM menjadi Rp 2.000 triliun untuk mendorong pelaku usaha naik kelas dan memperkuat struktur ekonomi nasional.
Airlangga mengatakan target tersebut perlu dinaikkan dari posisi pembiayaan UMKM yang saat ini berada di kisaran Rp 1.500 triliun. Menurut dia, peningkatan pembiayaan diperlukan untuk mengisi kesenjangan pembiayaan bagi UMKM yang belum mampu mengakses pendanaan dalam skala lebih besar.
Advertisement
“Jadi saya bilang ini saja yang saya ingin sampaikan di summit, naik ke Rp 2.000 triliun,” kata Airlangga dalam UMKM Finance Summit 2026 di Hotel Bidakara, Selasa (11/8/2026).
Airlangga menilai target Rp 2.000 triliun lebih realistis dibandingkan target ideal sebesar 30% dari total kredit perbankan. Dengan total kredit sekitar Rp 9.000 triliun, porsi 30% akan menghasilkan pembiayaan UMKM sekitar Rp 3.000 triliun.
Fenomena Hollow in The Middle
Airlangga mengatakan pemerintah perlu mendorong segmen UMKM yang berada di antara pembiayaan mikro dan korporasi besar. Menurut dia, penguatan segmen tersebut dapat mengatasi fenomena hollow in the middle dalam struktur pembiayaan nasional.
“Yang di tengah, kita sering sebut hollow in the middle, yang tengah yang kosong ini harus didorong untuk naik ke atas,” ujarnya.
Airlangga juga menilai peningkatan pembiayaan harus diikuti dengan pengelolaan risiko agar pertumbuhan kredit UMKM tidak meningkatkan kredit bermasalah perbankan.
Di sisi lain, Airlangga mendorong digitalisasi untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada puluhan juta pelaku UMKM. Menurut dia, pemerintah tidak dapat mengelola skala UMKM nasional secara efektif tanpa pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Untuk mengelola yang tadi disampaikan oleh Pak Maman, 54 juta, memang tidak ada cara lain kecuali menggunakan Artificial Intelligence,” kata Airlangga.
Belajar dari India
Airlangga juga mendorong UMKM belajar dari India dalam memperkuat produksi sekaligus menjaga akses pasar. Menurut dia, kemampuan mempertahankan pasar menjadi salah satu faktor penting yang membuat UMKM India mampu menjadi basis perekonomian nasional.
Airlangga berharap peningkatan target pembiayaan dapat berjalan bersama dengan penguatan ekosistem dan digitalisasi agar UMKM tidak hanya memperoleh pembiayaan, tetapi juga mampu naik kelas.