Liputan6.com, Jakarta - Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) mencapai 132 orang. Sementara itu, lebih dari 570 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Data tersebut merupakan pembaruan terbaru pemerintah Kolombia yang dilansir Xinhua.
Advertisement
Badan Geologi Kolombia menyatakan gempa tersebut merupakan yang terkuat yang tercatat di negara itu pada abad ke-21. Setelah gempa utama, tercatat 21 gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil.
Mengutip CNN, Asosiasi Ibu Kota Kolombia juga melaporkan sedikitnya 132 orang meninggal dunia dan 570 lainnya terluka akibat gempa tersebut. Upaya pencarian dan penyelamatan masih dilakukan di sejumlah wilayah terdampak. Pemerintah setempat melaporkan masih ada warga yang terjebak di beberapa bangunan.
Di Cali, sedikitnya 380 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Sementara di Pereira, sejumlah bangunan dilaporkan runtuh dan dikhawatirkan masih terdapat warga yang terjebak di dalamnya.
Wali Kota Pereira Mauricio Salazar mengatakan kepada sebuah stasiun radio setempat bahwa sedikitnya 15 bangunan runtuh akibat gempa.
"Seluruh rumah saya berguncang. Saya belum pernah mengalami gempa sekuat ini," kata Jorge Moncayo, sopir taksi berusia 64 tahun di Cali, seperti dilaporkan Associated Press.
"Kami bersyukur kepada Tuhan karena masih hidup," sambungnya.
Kerusakan di Sejumlah Kota
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota lain. Di Manizales, salah satu menara katedral bergaya neo-Gotik runtuh dan menimpa bagian tengah gereja.
Wali Kota Manizales Jorge Eduardo Rojas meminta warga tetap berada di luar bangunan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Sementara itu, tingkat kerusakan di Choco, wilayah terpencil yang berada dekat pusat gempa, masih belum sepenuhnya diketahui. Para pejabat melaporkan puluhan orang terluka dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Sinyal telepon juga terputus di sejumlah wilayah Quibdo, ibu kota Choco. Kondisi geografis wilayah tersebut menjadi salah satu kendala dalam proses pendataan korban dan kerusakan.
Wilayah barat Kolombia di sekitar pusat gempa berada di kawasan Cincin Api Pasifik, jalur yang dikenal rawan gempa dan mengelilingi Samudra Pasifik.
Kawasan Pasifik, khususnya Choco, merupakan salah satu wilayah termiskin di Kolombia dan sebagian besar wilayahnya berupa hutan lebat. Sejumlah daerah hanya dapat dijangkau menggunakan perahu atau pesawat sehingga menyulitkan petugas menjangkau lokasi terdampak.
Di San Jose del Palmar, kota yang paling dekat dengan pusat gempa, tidak terdapat bandara. Kota tersebut berada di kawasan pegunungan di sepanjang jalan raya yang menghubungkan Cali dan Pereira.
Dampak gempa juga terlihat di Bandara Pereira. Rekaman yang ditayangkan media lokal memperlihatkan bagian langit-langit bandara berjatuhan ketika penumpang berlindung sambil berteriak.
Rekaman lain menunjukkan warga berlari di tengah puing dan kepulan debu. Sejumlah toko, bangunan tempat tinggal, dan rumah di berbagai bagian kota dilaporkan mengalami kerusakan.
Di tengah proses evakuasi, warga juga mulai memasukkan nama anggota keluarga yang hilang ke dalam daftar daring. Salah satu daftar mencatat lebih dari 1.400 nama, sebagian besar berasal dari Cali dan Pereira.
Pihak berwenang kemudian menghentikan sementara penerbangan di bandara Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, Buenaventura, dan Pereira untuk pemeriksaan kerusakan.
Gempa tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat Kolombia setelah dua gempa beruntun mengguncang sejumlah wilayah di Venezuela pada akhir Juni. Bencana tersebut dilaporkan menghancurkan ratusan bangunan dan menewaskan lebih dari 6.300 orang.