Top 3: Rupiah Kembali Perkasa

Berikut ini tiga artikel terpopuler atau Top 3 di kanal bisnis Liputan6.com, Selasa (11/8/2026).

oleh Arthur GideonDiterbitkan 11 Agustus 2026, 06:31 WIB
Karyawan bank menunjukkan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Rupiah menguat 87 poin atau 0,49 persen menjadi Rp 17.810 per dolar AS pada perdagangan Senin (10/8/2026). Penguatan ini didukung cadangan devisa Indonesia yang masih tinggi sebesar US$ 145,3 miliar sehingga dinilai memberi ruang bagi Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar.

Dari eksternal, pelemahan indeks dolar AS setelah data tenaga kerja AS yang lemah ikut menopang rupiah. Analis ICDX Muhammad Amru Syifa memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat terbatas di kisaran Rp 17.750-Rp 17.900 per dolar AS.

Artikel mengenai rupiah ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu, masih ada lagi beberapa artikel yang menarik untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com, Selasa (11/8/2026):

1. Rupiah Hari Ini Perkasa terhadap Dolar AS, Sentuh 17.810

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melesat pada perdagangan Senin, (10/8/2026). Analis prediksi rupiah berpotensi menguat didukung data cadangan devisa Indonesia pada Juli 2026.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 87 poin atau 0,49% menjadi 17.810 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.897 per dolar AS.

Simak artikel selengkapnya di sini.

 

2. Selain Soal Calon Gubernur BI, Prabowo Juga Kirim Surpres Komisioner OJK ke DPR

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Istimewa)

Presiden Prabowo Subianto tidak hanya mengirimkan Surat Presiden (Surpres) terkait penunjukan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) ke DPR. Pemerintah juga menyerahkan Surpres mengenai Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan calon duta besar untuk negara-negara sahabat.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, total ada tiga Surpres yang telah disampaikan pemerintah kepada DPR untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan.

Simak artikel selengkapnya di sini.

 

3. Kebutuhan Investasi 2027 Sentuh Rp 8.705 Triliun

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung. (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Kebutuhan investasi Indonesia pada 2027 diperkirakan mencapai Rp 8.705 triliun. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya mencakup Rp 459 triliun dari kebutuhan tersebut sehingga pembiayaan swasta menjadi penopang utama.

Juda mengatakan, APBN 2027 diperkirakan hanya mampu membiayai sekitar Rp 459 triliun kebutuhan investasi. Sementara itu, BUMN termasuk Danantara diproyeksikan berkontribusi sekitar Rp 330 triliun.

Simak artikel selengkapnya di sini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya