Vietnam Genjot Promosi Wisata, Turis Indonesia Jadi Salah Satu Target Utama

Turis Indonesia mencatat 130 ribu kunjungan sepanjang enam bulan pertama 2026 ke Vietnam.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 11 Agustus 2026, 12:00 WIB
Foto pada 8 Juni 2019 memperlihatkan wisatawan berswafoto di tengah jalur kereta api populer di Hanoi. Di ibu kota Vietnam tersebut rel-rel kereta yang berada di permukiman padat penduduk dijadikan destinasi wisata selfie. (Photo by Manan VATSYAYANA / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Vietnam memperkuat strategi promosi pariwisata untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, termasuk turis Indonesia. Langkah tersebut dilakukan ketika kunjungan wisatawan Indonesia ke negara itu menunjukkan potensi pertumbuhan, dengan 130 ribu kunjungan tercatat sepanjang enam bulan pertama 2026.

Otoritas Pariwisata Nasional Vietnam (VNAT) menggandeng VFS Global untuk memperluas promosi destinasi Vietnam di sejumlah pasar prioritas. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Hanoi pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Ketua VNAT Nguyen Trung Khanh mengatakan, jaringan VFS Global dapat membantu Vietnam menjangkau lebih banyak calon wisatawan di pasar internasional.

"Saya yakin, melalui kerja sama ini, citra dan informasi mengenai Vietnam sebagai destinasi wisata dapat dipromosikan secara lebih konsisten, luas, dan efektif melalui jaringan VFS Global, khususnya di pasar sasaran," sebut Nguyen dalam keterangan pada Lifestyle Liputan6.com, Senin, 10 Agustus 2026.

Kerja sama tersebut mencakup promosi berbagai destinasi, pengalaman wisata, serta pilihan perjalanan di Vietnam. VNAT dan VFS Global akan memanfaatkan jaringan pusat layanan, platform digital, kanal komunikasi, konter informasi, serta layar digital yang tersebar di berbagai negara.

Jaringan tersebut mencakup Visa Application Centre atau VAC yang selama ini menjadi bagian dari layanan VFS Global. Kanal promosi itu memberi ruang bagi Vietnam untuk memperkenalkan destinasi pada masyarakat yang sedang mengakses layanan VFS Global di pasar prioritas.

VNAT dan VFS Global juga menyiapkan sejumlah kegiatan promosi di luar jaringan layanan tersebut. Programnya mencakup partisipasi dalam pameran pariwisata internasional, jejaring bisnis, serta kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata dan mitra perjalanan.

 

Kunjungan Wisatawan Indonesia

(Dari kanan ke kiri) Wakil Pemimpin Redaksi Culture Newspaper Phan Thanh Nam; Direktur Pusat Transformasi Digital untuk Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Nguyen Thi Hoang Lan; Ketua Otoritas Pariwisata Nasional Vietnam Nguyen Trung Khanh; Wakil Ketua Otoritas Pariwisata Nasional Vietnam Nguyen Thi Hoa Mai; Country Manager - Vietnam VFS Global Shrishen Muniandy; Chief Operating Officer - China, Australasia & RCIS VFS Global Simon Peachey; Immigration Liaison Officer - Home Office – International Operations, Kedutaan Besar Inggris di Hanoi Rebecca Taylor; serta Direktur Departemen Hubungan Internasional dan Promosi Pariwisata Otoritas Pariwisata Nasional Vietnam Nguyen Quy Phuong.

Vietnam menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar yang memiliki potensi dalam strategi tersebut. Negara itu menerima sekitar 200 ribu kunjungan wisatawan Indonesia sepanjang 2025. 

Pertumbuhan tersebut berlangsung ketika Vietnam juga mencatat capaian positif dari pasar wisatawan mancanegara secara keseluruhan. Industri pariwisata Vietnam menerima lebih dari 21 juta kunjungan wisatawan asing pada 2025.

Capaian itu menjadi rekor baru bagi negara tersebut karena jumlah kunjungan untuk pertama kalinya menembus angka 21 juta. Vietnam menargetkan 25–27 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026. Pemerintah Vietnam juga memasang target jangka panjang sebesar 45–50 juta kunjungan wisatawan asing pada 2030.

Chief Operating Officer - China, Australasia & RCIS VFS Global Simon Peachey mengatakan, kerja sama tersebut mendukung ambisi Vietnam dalam memperbesar sektor pariwisata.

Promosi Destinasi

Khoa) Seorang pria bersepeda melewati Basilika Katedral Notre-Dame Saigon pada hari pertama pemberlakuan lockdown di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, Jumat (9/7/2021). Pemerintah Vietnam memberlakukan lockdown dua minggu di Kota Ho Chi Minh. (AFP/Huu Khoa)

Simon menilai kolaborasi antara VNAT dan VFS Global dapat menggabungkan kemampuan promosi destinasi dengan jaringan layanan yang luas. Pendekatan tersebut diharapkan mendorong lebih banyak wisatawan untuk mengenal kekayaan budaya, keindahan alam, serta pengalaman wisata yang tersedia di Vietnam.

Vietnam menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara sekitar 15–18 persen setiap tahun. Pemerintah negara tersebut menggunakan pengembangan pasar dan promosi destinasi sebagai bagian dari strategi untuk mencapai sasaran tersebut.

VFS Global turut memperluas layanan di sektor pariwisata melalui unit Tourism Services. Unit tersebut telah memiliki pengalaman selama 16 tahun dalam promosi destinasi dan mendukung lebih dari 27 destinasi di berbagai belahan dunia.

Layanan Tourism Services VFS Global mencakup representasi destinasi, pengelolaan kantor pariwisata, pelatihan destinasi, pengembangan produk, roadshow, lokakarya B2B, kampanye digital, kegiatan konsumen, hubungan masyarakat, serta program MICE.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya