Liputan6.com, Jakarta - Polisi menjadwalkan ekshumasi jenazah Sutrimo, pada Rabu (10/8/2026) di Banyumas, Jawa Tengah. Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri kemudian meninggal di depan Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026
"Insya Allah hari Rabu besok lusa, kami akan melakukan ekshumasi di Banyumas," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin kepada wartawan, Senin (10/8/2026).
Advertisement
Kasus Sutrimo telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Sebelumnya, kasus Sutrimo ditangani Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas.
Iman menjelaskan, laporan yang diterima Bareskrim Polri disampaikan oleh masyarakat. Sementara laporan di Polresta Banyumas dibuat oleh pihak keluarga.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Iman, penyidik meningkatkan penanganan perkara ini ke tahap penyidikan. Dia berharap hasil ekshumasi dapat membantu penyidik menemukan dan menyimpulkan penyebab kematian korban.
Keluarga Minta Polisi Ungkap Penyebab Kematian
Sebelumnya, keluarga Sutrimo membuat laporan ke Polresta Banyumas. Upaya ini menjadi salah cara untuk memperoleh kepastian penyebab meninggalnya Sutrimo.
Laporan tersebut telah diterima Polresta Banyumas dan tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.
Kuasa Hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan bahwa laporan tersebut diambil setelah pihak keluarga mempertimbangkan sejumlah informasi yang berkembang.
“Prinsipnya keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo. Wajar atau tidak, cuma itu saja,” kata Aan, Sabtu (8/8/2026) malam.
Aan menambahkan, pihak keluarga sebenarnya tidak menemukan kecurigaan saat jenazah tiba di rumah. Bahkan, Aan menyebut pihak keluarga sudah ikhlas atas kepergian Sutrimo.
Akan tetapi, muncul berbagai informasi di tengah masyarakat yang pada akhirnya membuat keluarga ingin mendapatkan kejelasan dari kepolisian terkait kematian Sutrimo.
"Karena berita simpang siur ke sana-ke sini, mengganggu lingkungan sekitar, buat keluarga juga lingkungan masyarakat di Desa Wlahar. Jadi keluarga ingin kepastian," ujarnya.
Selain itu, Aan menuturkan bahwa pihak keluarga akan menyerahkan proses pengungkapan kepada kepolisian. Dia juga meminta masyarakat dan media agar tidak dapat menyimpulkan terlebih dahulu penyebab kematian Sutrimo.
"Kondisi ibu Sutrimo masih terpukul dan keluarga berharap proses tersebut dapat memberikan jawaban yang jelas," jelas Aan.
“Kita berdoa, semoga sebenarnya kematiannya wajar,” sambungnya.