Survei IPO Ungkap 63 Persen Publik Puas Kinerja Prabowo

Menurut survei IPO, program MBG dan pemberantasan korupsi jadi pendorong.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 09 Agustus 2026, 16:16 WIB
Dalam sidang kabinet paripurna kali ini, Presiden Prabowo juga membahas kelanjutan program-program strategis seperti program makan bergizi gratis, pembangunan rumah subsidi, perluasan lahan pertanian, dan inisiatif lainnya. (Biro Pers Istana Kepresidenan)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga penelitian Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei yang dilakukan 27 Juli-3 Agustus 2026, di mana salah satunya memotret tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Hasilnya, menunjukkan 57 persen responden menyatakan puas dan 6 persen mengaku sangat puas terhadap hasil kerja Presiden Prabowo Subianto. Dengan demikian, tingkat kepuasan publik mencapai 63 persen. 

Sementara itu, 30 persen responden menyatakan tidak puas, 5 persen sangat tidak puas, dan 2persen lainnya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

"Tingkat kepuasan pada pemerintah berada situasi stabil, masih didominasi tingkat kepuasan dibanding yang tidak, ini indikasi jika mayoritas masyarakat masih melihat upaya pemerintah bekerja dalam koridor yang benar," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, dikutip Minggu (9/8/2026).

Dia menuturkan, survei tersebut juga mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi persepsi positif masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi faktor yang paling banyak disebut responden, yakni sebesar 15,7 persen.

Selain MBG, sebanyak 12,5 persen responden menilai Prabowo terlihat aktif dalam pemberantasan korupsi. Kemudian, 11 persen responden menyebut pemberian bantuan sosial sebagai alasan mereka memiliki persepsi positif terhadap Presiden. Sementara itu, 7,2 persen menilai program kerja pemerintah telah memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

Tak hanya itu, kata Dedi, publik juga mengapresiasi karakter kepemimpinan Presiden yang dinilai tegas dan tidak pandang bulu, dengan persentase sebesar 5,8 persen. Sebanyak 4 persen responden menilai Presiden Prabowo mampu bertahan menghadapi berbagai situasi krisis, sementara 3,8 persen menilai kondisi ekonomi menjadi lebih baik.

Adapun 3,5 persen responden menilai Presiden Prabowo memiliki kepedulian terhadap rakyat.

"Meskipun ada beberapa faktor yang menjadi catatan, tetapi secara umum Presiden PrabowoSubianto masih dianggap bekerja dengan baik," jelas Dedi.

Survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.

 

 

 

 

Prabowo Pamer Kerja Nyata, Bangun 2.500 Jembatan Desa

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengklaim prestasi-prestasi nyata yang telah diraih selama menjabat sebagai RI 1. Ia mencontohkan, ribuan jembatan telah berhasil dibangun dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Prestasi-prestasi kita riil, sekian ribu jembatan yang kita bangun, jembatan yang dirasakan oleh rakyat. Rakyat teriak dan melalui teknologi, kita segera tangkap, kita segera tanggap, kita bereaksi," ujar Prabowo dalam pidatonya pada acara Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad karya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Jumat (7/8/2026).

"Dan hari ini kita sudah mendekati 2.500 jembatan di seluruh desa-desa di Indonesia, yang banyak tidak diingat oleh para elite Indonesia," sambungnya.

Selain itu, Prabowo mengungkit dana desa yang telah dialokasikan dan berjalan selama 10 tahun, termasuk untuk mendukung pembangunan infrastruktur jembatan.

"Dana desa sudah kita berikan, sudah berjalan 10 tahun, Rp 1 miliar satu desa dalam satu tahun. Jembatan di desa harganya mungkin rata-rata Rp 400 juta, Rp 700 juta, Rp 800 juta, yang besar mungkin Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar," ucapnya.

"Sesungguhnya semua desa dan pimpinan desa bisa memenuhi kebutuhan jembatan-jembatan itu. Tapi oke, kita tidak mengeluh, tidak cari kambing hitam, tidak mempersoalkan masa lalu. Selesaikan hari ini," tambah Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya