Bantu IRGC Iran, AS Jatuhkan Sanksi terhadap Bursa Kripto Dubai

Selain bursa kripto, Amerika Serikat (AS) juga memberikan samksi terhadap pendiri Shelbit karena memberikan dukungan untuk IGRC dan Nobitex.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 Agustus 2026, 15:00 WIB
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Andre Francois M.)

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap bursa kripto lintas negara yang tidak berizin. AS menuding bursa itu memproses transaksi kripto bernilai jutaan dolar AS untuk Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Iran’s elite Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC)  serta kelompok-kelompok lain yang terkait dengan Iran.

Mengutip Channel News Asia, Sabtu (8/8/2026), penetapan sanksi ini menyusul investigasi yang diterbitkan Reuters pada 31 Juli, yang mengidentifikasi Shelbit, bursa yang berbasis di Dubai, sebagai pusat skema penghindaran sanksi Iran senilai US$ 4 miliar atau Rp 71,20 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.800).

Investigasi tersebut menemukan Shelbit memindahkan kripto atas nama bank sentral Iran dan salah satu jaringan perjudian daring ilegal terbesar di dunia. Selain itu, Shelbit mengirimkannya ke alamat-alamat yang dikaitkan oleh pemerintah Israel dengan IRGC.

Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi terhadap warga negara Iran yang tinggal di luar negeri dan merupakan pendiri Shelbit serta jaringan perusahaan lainnya, Siavash Kayvanpour, karena memberikan dukungan materiil kepada IRGC dan Nobitex, bursa  kripto terbesar di Iran. AS sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap Nobitex pada 2 Juni karena memfasilitasi pemerintah Iran dalam menghindari sanksi Barat, yang juga dilakukan setelah adanya investigasi Reuters.

"Departemen Keuangan akan memburu dan membongkar jaringan keuangan ilegal yang menopang kelangsungan rezim tersebut," ujar Menteri Keuangan Scott Bessent dalam sebuah pernyataan.

Selain itu, Departemen Keuangan AS juga mengumumkan sanksi terhadap Aban Tether, sebuah bursa kripto yang berbasis di Iran, karena memproses transaksi bernilai jutaan dolar AS untuk entitas-entitas Iran yang terkena sanksi, termasuk Nobitex.

 

Situs Shelbit Sempat Tak Bisa Diakses

Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Situs web Shelbit sempat tidak dapat diakses selama berbulan-bulan sehingga pelanggan tidak dapat melakukan transaksi, tetapi bursa tersebut tetap memproses aliran dana, bahkan di tengah situasi perang antara AS dan Israel melawan Iran. Situs tersebut kembali aktif sehari setelah investigasi Reuters diterbitkan.

"Shelbit LLC secara tegas menolak segala tuduhan bahwa perusahaan secara sadar terlibat dalam pencucian uang, pendanaan terorisme, aktivitas perjudian ilegal, penghindaran sanksi, atau aktivitas atas nama organisasi mana pun yang terkena sanksi, organisasi militer, maupun organisasi pemerintah," demikian pernyataan Shelbit di situs webnya yang telah aktif kembali pada 1 Agustus.

Shelbit juga menyatakan telah menghentikan operasi pada Januari 2026. Shelbit dan Kayvanpour tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Puluhan juta dolar AS aset kripto yang mengalir melalui Shelbit berasal dari operasi penambangan bitcoin Iran yang dicurigai, yang menghasilkan koin digital baru. Reuters melaporkan jutaan dolar AS lainnya terkait dengan jaringan perjudian ilegal yang dijalankan oleh dua influencer media sosial asal Iran yang cukup ternama.

"Kesediaan rezim Iran untuk membiarkan jaringan perjudian ini beroperasi menyoroti kemunafikan dan korupsi mereka," demikian pernyataan Departemen Keuangan yang dimuat di situs webnya.

 

Penetapan Sanksi

Harga kripto. (Ilustrasi by AI)

Penetapan sanksi oleh OFAC ini dilakukan tak lama setelah Otoritas Pengatur Aset Virtual (VARA) Dubai mengeluarkan pemberitahuan yang menyatakan Shelbit telah melanggar undang-undang terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme.

“Risiko yang diidentifikasi oleh VARA melampaui aspek perlindungan konsumen dan mencakup transaksi lintas batas yang lebih serius, yang berpotensi memengaruhi integritas sistem keuangan UEA,” demikian pernyataan VARA dalam sebuah pemberitahuan di situs webnya pada 24 Juli, tak lama setelah Reuters meminta tanggapan dari otoritas tersebut.

VARA tidak menanggapi permintaan komentar.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya