Lulusan SMK Penyumbang Pengangguran Tertinggi, BPS Ungkap Datanya

BPS mencatat lulusan SMK masih memiliki tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Indonesia pada Mei 2026, mencapai 7,68 persen.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 07 Agustus 2026, 17:31 WIB
Pencari kerja (Pencaker) memadati Job Fair Depok 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok di Depok Town Square (Detos), Rabu, 6 Agustus 2026. (KLY/ Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi di Indonesia pada Mei 2026. Kondisi ini menunjukkan lulusan pendidikan vokasi masih menghadapi tantangan untuk terserap ke dunia kerja.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, dikutip Jumat (7/8/2026), TPT lulusan SMK tercatat sebesar 7,68 persen. Artinya, dari setiap 100 angkatan kerja lulusan SMK, sekitar delapan orang belum memperoleh pekerjaan. Meski masih menjadi yang tertinggi, angka tersebut membaik dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 7,74 persen.

Di bawah lulusan SMK, tingkat pengangguran tertinggi berikutnya berasal dari lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 6,17 persen, disusul lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 sebesar 6,09 persen. Sementara itu, TPT lulusan Diploma I, II, dan III tercatat 4,75 persen, lulusan SMP 4,16 persen, serta lulusan SD ke bawah 2,31 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa lulusan SMK masih menjadi kelompok pendidikan dengan peluang menganggur paling tinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, meskipun pemerintah terus mendorong penguatan pendidikan vokasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

 

Pengangguran Nasional Turun, Tantangan Lulusan SMK Masih Besar

Pencari kerja (Pencaker) memadati Job Fair Depok 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok di Depok Town Square (Detos), Rabu, 6 Agustus 2026. (KLY/ Arie Basuki)

Secara nasional, kondisi ketenagakerjaan Indonesia menunjukkan perbaikan. BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 sebesar 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 4,68 persen.

Jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 148,19 juta orang telah bekerja, sedangkan 7,22 juta orang masih menganggur. Dibandingkan Februari 2026, jumlah penduduk bekerja bertambah sekitar 522 ribu orang, menandakan pasar tenaga kerja masih mampu menyerap tambahan tenaga kerja.

Meski demikian, data BPS memperlihatkan bahwa lulusan SMK masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam memperkuat keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri agar lulusan pendidikan vokasi lebih mudah terserap ke pasar kerja.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya