Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melemah pada perdagangan Jumat, (7/8/2026). Koreksi harga perak Antam hari ini mengikuti harga emas Antam, tetapi berlawanan dengan harga perak dunia.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam hari ini turun Rp 700 menjadi Rp 41.250. Pada perdagangan kemarin, harga perak Antam di posisi Rp 41.950.
Advertisement
Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Menjelang akhir pekan ini, harga perak batangan 250 gram dibanderol Rp 10.837.500 dan perak batangan 500 gram sebesar Rp 20.750.000.
Lalu bagaimana harga perak dunia Jumat pekan ini?
Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia naik 1,05% menjadi US$ 62,14. Pada Jumat pekan ini, harga perak turun mendekati level US$ 61 per ons. Harga perak dunia mencatatkan penurunan selama dua sesi berturut-turut seiring lonjakan harga minyak akibat ketegangan memanasi di Selat Hormuz. Situasi ini memicu kembali kekhawatiran mengenai inflasi dan potensi kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) dalam waktu dekat.
Laporan menyebutkan Iran menyerang apa yang mereka sebut sebagai "target-target bermusuhan" di selat tersebut menyusul terjadinya ledakan di dekat Pulau Qeshm. Teheran juga berupaya melarang kapal-kapal AS dan Israel melintasi Selat Hormuz, serta mewajibkan negara-negara yang dianggap sebagai musuh untuk membayar kompensasi sebelum diizinkan melintas.
Sementara itu, para pejabat The Fed semakin mengisyaratkan kesiapan mereka untuk segera menaikkan suku bunga di tengah meningkatnya risiko inflasi, dengan pasar memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin pada September. Di sisi lain, permintaan sektor industri terus memberikan dukungan mendasar bagi harga perak, di mana impor bijih yang mengandung perak oleh China melonjak 62,5% secara tahunan (year-on-year) pada Juni menjadi 219.000 ton.
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas dunia menguat ke level tertinggi dalam tujuh minggu pada Kamis, 6 Agustus 2026. Harga emas melanjutkan penguatan dalam empat sesi berturut-turut, seiring meredanya kekhawatiran mengenai inflasi dan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama. Hal ini berkat harapan dibukanya kembali Selat Hormuz.
Mengutip CNBC, Jumat (7/8/2026), harga emas spot naik 0,6% menjadi US$ 4.271,33 per ons pada pukul 08.43 GMT, setelah menyentuh level tertinggi sejak 18 Juni. Pada Rabu pekan ini, logam mulia ini mencatat kenaikan harian terbesar sejak Februari. Harga emas dunia sempat mencapai US4 4.267,24 per ons. Kontrak berjangka emas AS menguat 0,6% menjadi US$ 4.330,20.
“Emas berusaha mempertahankan kenaikan baru-baru ini di tengah meningkatnya optimisme terkait Selat Hormuz. Harapan akan terobosan diplomatik yang memulihkan aliran minyak telah meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi spekulasi mengenai pengetatan kebijakan agresif oleh the Federal Reserve (the Fed),” ujar Analis Tradu.com, Nikos Tzabouras.
Sentimen Harga Emas Lainnya
Sebuah usulan kesepakatan antara Iran dan Oman untuk membantu mengakhiri konflik lima bulan antara Iran dan Amerika Serikat akan memberikan kendali kepada Teheran atas kapal-kapal yang memasuki Teluk melalui Selat Hormuz. Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber senior Iran dan dua pejabat regional kepada Reuters.
Ekspektasi pasar mengenai kenaikan suku bunga AS pada September telah turun menjadi 55%, dari sebelumnya 67% dua hari yang lalu.
Emas meskipun biasanya dipandang sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) akan berkurang di lingkungan suku bunga tinggi.