Harga Emas Hari Ini Mendekati Level Tertinggi dalam 7 Minggu

Harga emas dunia menguat seiring mendapatkan tenaga dari sentimen kekhawatiran inflasi dan kebijakan suku bunga the Fed yang mereda.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 07 Agustus 2026, 06:49 WIB
Harga emas dunia. (Ilustrasi by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia menguat ke level tertinggi dalam tujuh minggu pada Kamis, 6 Agustus 2026 (Jumat pagi Jakarta). Harga emas melanjutkan penguatan dalam empat sesi berturut-turut, seiring meredanya kekhawatiran mengenai inflasi dan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama. Hal ini berkat harapan dibukanya kembali Selat Hormuz.

Mengutip CNBC, Jumat (7/8/2026), harga emas spot naik 0,6% menjadi US$ 4.271,33 per ons pada pukul 08.43 GMT, setelah menyentuh level tertinggi sejak 18 Juni. Pada Rabu pekan ini, logam mulia ini mencatat kenaikan harian terbesar sejak Februari. Harga emas dunia sempat mencapai US4 4.267,24 per ons. Kontrak berjangka emas AS menguat 0,6% menjadi US$ 4.330,20.

“Emas berusaha mempertahankan kenaikan baru-baru ini di tengah meningkatnya optimisme terkait Selat Hormuz. Harapan akan terobosan diplomatik yang memulihkan aliran minyak telah meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi spekulasi mengenai pengetatan kebijakan agresif oleh the Federal Reserve (the Fed),” ujar Analis Tradu.com, Nikos Tzabouras.

Sebuah usulan kesepakatan antara Iran dan Oman untuk membantu mengakhiri konflik lima bulan antara Iran dan Amerika Serikat akan memberikan kendali kepada Teheran atas kapal-kapal yang memasuki Teluk melalui Selat Hormuz. Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber senior Iran dan dua pejabat regional kepada Reuters.

Ekspektasi pasar mengenai kenaikan suku bunga AS pada September telah turun menjadi 55%, dari sebelumnya 67% dua hari yang lalu.

Emas meskipun biasanya dipandang sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) akan berkurang di lingkungan suku bunga tinggi.

 

Investor Menantikan Data NFP AS

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary Daly, menyatakan "sangat mendukung" keputusan pekan lalu untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil, sembari bank sentral mengumpulkan lebih banyak data mengenai langkah yang tepat untuk merespons inflasi yang berada jauh di atas target 2%.

Para investor kini menantikan laporan nonfarm payrolls AS Juli yang dijadwalkan rilis pada Jumat. Laporan ketenagakerjaan nasional ADP menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS melambat pada Juli.

"Emas masih rentan terhadap tekanan lanjutan dan kemungkinan menyentuh level terendah baru sejak 2026. Dengan masih adanya tekanan harga yang membuat pihak-pihak yang menentang kenaikan suku bunga tetap vokal, serta risiko geopolitik yang berada dalam keseimbangan yang rapuh, setiap kemunduran diplomatik dapat dengan cepat memicu kembali tekanan penurunan tersebut,” Tzabouras menambahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya