BRIN Kembangkan Rumah Modular, Dibangun 14 Hari dan Siap Huni 30 Hari

Teknologi rumah modular BRIN diklaim mempercepat pembangunan rumah dengan sistem konstruksi yang lebih efisien.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 06 Agustus 2026, 22:00 WIB
Suasana Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi rumah modular yang diklaim mampu mempercepat proses pembangunan hunian. Dengan sistem tersebut, rumah dapat dibangun dalam waktu 14 hari dan siap dihuni sekitar 30 hari.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan inovasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan teknologi konstruksi berbasis material lokal yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional.

Menurut Arif, BRIN tidak hanya mengembangkan rumah modular, tetapi juga berbagai komponen bangunan seperti genteng berbahan lokal dan panel bangunan.

"BRIN mengembangkan genteng berbasis material lokal, panel bangunan, sistem rumah modular interlock yang dapat dirakit lebih cepat dibanding konstruksi konvensional," ujar Arif saat menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan salah satu desain rumah modular BRIN ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu dua pekan dan siap ditempati dalam satu bulan.

 

Mendorong Hilirisasi Hasil Riset

Arif mengatakan inovasi BRIN tidak hanya berfokus pada percepatan pembangunan rumah, tetapi juga pada penciptaan sistem konstruksi yang lebih efisien, terstandarisasi, dan mudah diproduksi oleh industri nasional.

"Salah satu desain dalam material produk BRIN ditargetkan dapat dibangun 14 hari dan siap huni dalam 30 hari. Jadi kontribusinya bukan sekadar membuat genteng, tetapi membangun sistem konstruksi yang lebih cepat, terstandar, dan dapat diproduksi oleh industri nasional dan ramah lingkungan," kata Arif.

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu mendukung penyediaan hunian yang lebih cepat sekaligus meningkatkan penggunaan material dalam negeri.

Pengembangan rumah modular juga menjadi bagian dari strategi BRIN dalam mendorong hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan oleh industri konstruksi nasional dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya