Investasi, Proinvestindo Beli 16 Juta Saham TALF

Proinvestindo kini memiliki 1,23 miliar saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) setelah aksi pembelian saham pada awal Agustus 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 06 Agustus 2026, 16:09 WIB
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) yakni Pro Investindo menambah kepemilikan saham TALF pada 5 Agustus 2026. Penambahan saham TALF ini bertujuan untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/8/2026), Proinvestindo membeli 16.000.000 saham TALF dengan harga Rp 948 per saham. Total nilai pembelian saham TALF itu sekitar Rp 15,16 miliar.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham TALF itu, Proinvestindo mengenggam 1,23 miliar saham TALF atau setara 91,59% saham. Sebelumnya Proinvestindo memiliki 90,41% saham TALF atau setara 1,22 miliar saham.

Berdasarkan data RTI, saat dipantau Kamis, 6 Agustus 2026 pukuk 14.03 WIB, harga saham TALF melemah 14,94% menjadi Rp 1.025 per saham. Harga saham TALF dibuka turun menjadi Rp 1.180 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 1.205 per saham.Harga saham TALF berada di level tertinggi Rp 1.190 dan terendah Rp 1.025 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 398 kali dengan volume perdagangan saham 5.073 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 540,2 juta.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,07% menjadi 6.355. Indeks saham LQ45 turun 0,02% menjadi 633. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi kedua predagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 6.388,20 dan terendah 6.324,06. Sebanyak 342 saham melemah sehingga bebani IHSG.255 saham menguat dan 195 saham diam di tempat.

Penutupan IHSG pada 5 Agustus 2026

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Rabu, (5/8/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tinggalkan 18.000 dan mayoritas sektor saham menghijau. Selain itu, penguatan IHSG juga terjadi setelah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 mencapai 5,29%. Namun, pertumbuhan ekonomi itu lebih rendah dari kuartal I 2026 yang mencapai 5,61%.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 0,50% menjadi 6.351,13. Indeks saham LQ45 melemah 0,19% menjadi 633,98. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, dalam dua hari ini, IHSG berturut-turut menguat.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup menguat 0,5% sejalan dengan analisis teknikal yang disampaikan pagi ini. Selain itu, ia menilai, rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 yang mencapai 5,29% menjadi katalis positif.

“Di sisi lain, hari ini terdapat rilis data GDP Indonesia yang masih berada di atas 5% dan juga penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang saat ini berada di 17.925,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sektor Saham

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.367,82 dan level terendah 6.316,10. Sebanyak 406 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 208 saham melemah dan 178 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.334.825 kali dengan volume perdagangan saham 40,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.917.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham melemah. Sektor saham keuangan turun 0,20% dan sektor saham infrastruktur merosot 0,99%. Sementara itu, sektor saham kesehatan menguat 2,35%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 2,21% dan sektor saham energi, consumer nonsiklikal dan siklikal masing-masing naik 1,61%.

Selain itu, sektor saham industri mendaki 0,30%, sektor saham properti bertambah 1,6%, sektor saham teknologi menguat 1,34% dan sektor saham transportasi naik 0,72%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya