IHSG Melaju di Zona Hijau Pagi Ini, Sektor Transportasi Jadi Pendorong Utama

HSG menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (6/8/2026) hingga menyentuh level 6.363. Penguatan ditopang kinerja positif sektor transportasi dan bahan baku.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 06 Agustus 2026, 09:10 WIB
Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta. IHSG hari ini dibuka naik ke level 6.379,81 dari penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 6.351,13. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Kamis pagi ini. Sektor transportasi dan bahan baku menjadi pendorong utama penguatan indeks.

Mengutip data RTI, Kamis (6/8/2026), IHSG hari ini dibuka naik ke level 6.379,81 dari penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 6.351,13. Pada pukul 09.02 WIB, IHSG masih melaju dengan menguat 0,32% ke posisi 6.369,90. Memasuki pukul 09.07 WIB, IHSG bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,22% ke level 6.363,58.

Indeks saham LQ45 juga tampil perkasa dengan menguat 0,38% ke posisi 636,51, meskipun sebagian besar indeks saham acuan lainnya mengalami tekanan.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG bergerak di level tertinggi 6.388,20 dan terendah 6.360,99. Sebanyak 268 saham menguat sehingga berhasil menopang IHSG. Sementara itu, 183 saham melemah dan 225 saham stagnan.

Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 157.151 kali dengan volume transaksi mencapai 4,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham tercatat sebesar Rp 1,2 triliun.

Dari 11 sektor saham, sebanyak lima sektor berhasil menguat dan sisanya melemah. Sektor yang membukukan kenaikan tertinggi adalah sektor bahan baku (basic materials) yang naik 1,16%, disusul sektor transportasi yang menguat 1,15%.

Sementara itu, sektor yang menahan laju IHSG adalah sektor infrastruktur yang melemah 0,44%, disusul sektor industri yang turun 0,42%.

Prediksi IHSG Hari Ini

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG hari ini dibuka naik ke level 6.379,81 dari penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 6.351,13. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Kamis, (6/8/2026). IHSG hari ini akan membidik posisi 6.403-6.420. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melesat 0,50% ke 6.351, dan masih disertai oleh volume pembelian yang meningkat pada perdagangan saham Rabu, 5 Agustus 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini posisi IHSG berada pada bagian awal dari wave v dari wave © dari wave [iv]. Ia mengatakan, hal itu berarti IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target 6.403-6.420.

“Cermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.324-6.341,” kata Herditya.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.201,6.029 dan level resistance 6.377,6.454.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance 6.260-6.380.

 

Rekomendasi Saham

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG hari ini dibuka naik ke level 6.379,81 dari penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 6.351,13. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL)

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Buy on Weakness

Saham ADRO menguat 1,19% ke 2.550 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatan ADRO pun masih mampu berada di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi ADRO saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [v],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.480-2.520

Target Price: 2.600, 2.700

Stoploss: below 2.440

 

2.PT Astra International Tbk (ASII) - Buy on Weakness

Saham ASII terkoreksi 1,95% ke 5.025 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, tetapi koreksi ASII masih mampu bertahan di atas MA20.

“Kami memperkirakan, posisi ASII saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave A dari wave B,” kata Herditya.

Buy on Weakness: 4.960-5.025

Target Price: 5.225, 5.450

Stoploss: below 4.870

 

3.PT Sentul City Tbk (BKSL) - Buy on Weakness

Saham BKSL menguat 4,35% ke 72 dan disertai oleh peningkatan volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA60. “Kami memperkirakan, posisi BKSL saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave C,” tutur dia.

Buy on Weakness: 68-71

Target Price: 77, 82

Stoploss: below 63

 

4.PT XL Axiata Tbk (EXCL) - Buy on Weakness

Saham EXCL menguat 1,99% ke 2.560 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi EXCL sedang berada pada bagian dari wave [i] dari wave C.

Buy on Weakness: 2.480-2.520

Target Price: 2.630, 2.700

Stoploss: below 2.400

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya