Sinyal Positif Ekonomi RI: Pengangguran Turun 24 Ribu Orang

Ekonomi tumbuh 5,29%, pengangguran turun jadi 7,22 juta orang. Menko Airlangga sebut 522 ribu orang peroleh pekerjaan hingga Mei 2026.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 05 Agustus 2026, 19:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok Kemenko Perekonomian)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kondisi pasar tenaga kerja menunjukkan perbaikan seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29% pada kuartal II/2026.

Menurut Airlangga, jumlah pengangguran berkurang sekitar 24 ribu orang hingga Mei 2026, sehingga total pengangguran turun menjadi 7,22 juta orang.

"Pengangguran turun 24 ribu sehingga jumlah pengangguran per Mei menjadi 7,22 juta orang,” ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (5/8/2026).

Penurunan jumlah pengangguran tersebut diikuti dengan bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja. Airlangga menyebut sebanyak 522 ribu orang memperoleh pekerjaan tambahan hingga Mei 2026. Sehingga total penduduk yang bekerja mencapai 148,19 juta orang.

"Penduduk yang bekerja bertambah 522 ribu orang sehingga jumlah orang yang bekerja sebesar 148,19 juta orang," katanya.

Selain pasar tenaga kerja, Airlangga juga menyoroti sejumlah indikator ekonomi yang dinilai mendukung prospek pertumbuhan pada semester II/2026. Inflasi tercatat melandai menjadi 2,88%, setelah sempat berada di atas 3% pada periode Lebaran di kuartal I.

Di sektor industri, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur kembali berada di zona ekspansi pada level 50,2, sementara Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di 117,8, yang mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.

Data Resmi BPS

Pelaku usaha mikro berasal dari kelompok berpenghasilan rendah dan bekerja di sektor informal. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran terbuka mencapai 7,22 juta orang per Mei 2026. Angka itu mengalami penurunan dari jumlah pengangguran pada Februari 2026.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud menerangkan turunnya angka pengangguran itu seiring dengan peningkatan jumlah angkatan kerja yang bekerja per Mei 2026.

"Angkatan kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24.000 orang dibandingkan bulan Februari tahun 2026," ucap Edy dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

Dilihat dari tingkat pengangguran terbuka, jumlah 7,22 juta penganggur setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65%. "Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan Februari 2026 yang sebesar 4,68%," katanya.

"Penurunan tingkat pengangguran terbuka ini juga terjadi pada laki-laki, pekerja laki-laki maupun perempuan. Penurunan tingkat pengangguran terbuka juga konsisten terjadi di wilayah perkotaan dan perdesaan," ia  menambahkan.

Jumlah Angkatan Kerja

BPS mencatat hingga Mei 2026 ada 220,23 juta penduduk usia kerja. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 689,000 orang jika dibandingkan dengan Februari 2026. Angkatan kerja tercatat mencapai 155,41 juta orang atau bertambah sebesar 497,000 orang.

Kemudian, kategori bukan angkatan kerja mencapai 64,82 juta orang atau meningkat sekitar 191.000 orang. Kemudian dari angkatan kerja tersebut sebanyak 148,19 juta orang diantaranya bekerja. "Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 522.000 orang dibandingkan kondisi di bulan Februari 2026," ujarnya.

Jika dirinci, penduduk yang bekerja terdiri atas bekerja penuh sebanyak 98,98 juta orang atau bertambah 391 ribu orang. Pekerja paruh waktu sebanyak 38,42 juta orang atau meningkat sebanyak 72 ribu orang, serta untuk bekerja setengah pengangguran itu sebanyak 10,79 juta orang atau bertambah sebanyak 59 ribu orang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya