BPS: Sektor Pertanian Terbanyak Serap Tenaga Kerja

BPS mencatat, pada Mei 2026, ada tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak, salah satunya pertanian.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 05 Agustus 2026, 17:25 WIB
Petani menanam padi di persawahan di kawasan Tangerang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada beberapa sektor lapangan usaha yang mengalami penambahan tenaga kerja paling banyak per Mei 2026. Sektor pertanian mencatat persentase distribusi tenaga kerja paling besar, sedangkan sektor akomodasi dan makan minum mengalami penambahan tenaga kerja terbanyak.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud menjelaskan capaian tersebut ditampung per Mei 2026. Adapun, data BPS mencatat, ada 148,19 juta orang penduduk kategori bekerja di Indonesia.

"Pada bulan Mei tahun 2026 tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan besar dan eceran serta industri," kata Edy dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

Terlihat distribusi bekerja per Mei 2026 di berbagai sektor. Tiga paling tinggi yakni Pertanian dengan 28,75%, diikuti perdagangan besar dan eceran sebesar 17,8%, dan industri dengan 13,63%.

Sementara itu, dilihat dari jumlah penambahan tenaga kerja, sektor akomodasi dan makan minum menjadi yang paling banyak bertambah. Jumlahnya mencapai 195 ribu orang masuk sektor ini pada rentang Februari-Mei 2026. Sektor pertanian bertambah 106 ribu orang.

"Lapangan usaha akomodasi dan makan-minum mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja terbanyak yaitu sebesar 195 ribu orang kemudian disusul dengan transportasi dan penyimpanan sebesar 121 ribu orang," jelas dia.

37 Persen Pekerja Merupakan Buruh

Edy mencatat penduduk bekerja menurut status pekerja pada Mei 2026 ini dari sebanyak 148,19 juta orang. Penduduk yang bekerja sebesar 37,09 % di antaranya berstatus buruh, karyawan atau pegawai.

"Dibandingkan dengan Februari 2026 penduduk bekerja berstatus perusahaan sendiri mengalami penambahan terbanyak yaitu sebesar 1,38 juta orang," katanya.

"Sedangkan jumlah penduduk bekerja dengan status pekerja keluarga berkurang sekitar 1,01 juta orang. Sementara itu proporsi pekerja informal per Mei 2026 mengalami penurunan tipis dibandingkan dengan Februari 2026 menjadi sekitar 59,30 % dari total penduduk yang bekerja," imbuh Edy.

 

Pengangguran Turun

Pencari kerja (Pencaker) memadati Job Fair Depok 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok di Depok Town Square (Detos), Rabu, 6 Agustus 2026. (KLY/ Arie Basuki)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran terbuka mencapai 7,22 juta orang per Mei 2026. Angka itu mengalami penurunan dari jumlah pengangguran di Februari 2026.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud menerangkan turunnya angka pengangguran itu seiring dengan peningkatan jumlah angkatan kerja yang bekerja per Mei 2026.

"Angkatan kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan bulan Februari tahun 2026," ucap Edy dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

TPT Turun

Dilihat dari tingkat pengangguran terbuka, jumlah 7,22 juta penganggur setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65%. "Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan Februari 2026 yang sebesar 4,68%," katanya.

"Penurunan tingkat pengangguran terbuka ini juga terjadi pada laki-laki, pekerja laki-laki maupun perempuan. Penurunan tingkat pengangguran terbuka juga konsisten terjadi di wilayah perkotaan dan perdesaan," ia menambahkan.

 

Jumlah Angkatan Kerja

Pencari kerja (Pencaker) memadati Job Fair Depok 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok di Depok Town Square (Detos), Rabu, 6 Agustus 2026. (KLY/ Arie Basuki)

BPS mencatat hingga Mei 2026 ada 220,23 juta penduduk usia kerja. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 689 ribu orang jika dibandingkan dengan Februari tahun 2026. Angkatan kerja tercatat mencapai 155,41 juta orang atau bertambah sebesar 497 ribu orang.

Kemudian, kategori bukan angkatan kerja mencapai 64,82 juta orang atau meningkat sekitar 191 ribu orang. Kemudian dari angkatan kerja tersebut sebanyak 148,19 juta orang di antaranya bekerja. "Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 522 ribu orang dibandingkan kondisi di bulan Februari 2026," ujarnya.

Jika dirinci, penduduk yang bekerja terdiri atas bekerja penuh sebanyak 98,98 juta orang atau bertambah 391 ribu orang. Pekerja paruh waktu sebanyak 38,42 juta orang atau meningkat sebanyak 72 ribu orang, serta untuk bekerja setengah pengangguran itu sebanyak 10,79 juta orang atau bertambah sebanyak 59 ribu orang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya