Purbaya: Ekonomi 5,29% Cukup Baik di Tengah Tekanan Harga Minyak

Menkeu Purbaya sebut ekonomi RI 5,29% cukup baik di tengah tekanan harga minyak dunia. Pemerintah optimistis pacu pertumbuhan hingga 6% di paruh kedua.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 05 Agustus 2026, 16:25 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di kawasan Jakarta Pusat, Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29% masih menunjukkan ketahanan di tengah tekanan eksternal, terutama lonjakan harga minyak dunia yang sempat membebani aktivitas ekonomi pada kuartal II 2026.

Menurut Purbaya, tingginya harga minyak dunia pada Mei hingga Juni turut memengaruhi kinerja ekspor sehingga pertumbuhan ekonomi belum dapat berlangsung secara optimal.

"Kalau kita lihat, 5,29% itu sudah cukup baik dengan harga minyak dunia yang seperti itu. Jelas ekspor dan segala macam terganggu, tidak optimal,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2026).

Ia optimistis laju pertumbuhan ekonomi akan meningkat pada paruh kedua tahun ini. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV bergerak ke kisaran yang lebih tinggi, mendekati 6%.

"Saya yakin di kuartal III dan IV kita akan dorong ke arah yang lebih cepat, menuju 6%, dengan memaksimalkan semua engine pertumbuhan yang ada di perekonomian," katanya.

Laporan Pertumbuhan Ekonomi BPS

Investasi, khususnya non-bangunan, tetap menopang pertumbuhan ekonomi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026. Angka pertumbuhan ekonomi tersebut sedikit lebih rendah dari periode yang sama sebelumnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud mencatat ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan.

Dia mencatat nilai produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 6.552,1 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.576,2 triliun.

"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 dibandingkan dengan triwulan II 2025 atau secara year on year (yoy) tumbuh 5,29% ," kata Edy dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

Angka tersebut sedikit lebih rendah dari capaian pertumbuhan ekonomi tahunan di kuartal I-2026. Kala itu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen.

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 jika dibandingkan dengan triwulan I-2026 atau secara quartal to quartal (q to q) tumbuh sebesar 3,73%. Lalu, bila dibandingkan dengan semester I 2026 atau secara c-to-c, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,45%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya