CEO Nicole Miller, perusahaan fashion mewah ternama, Bud Konheim mengatakan, masyarakat Amerika Serikat (AS) harus banyak mengucap syukur atas pendapatan dan kekayaan yang dimilikinya saat ini.
Itu lantaran orang-orang berpendapatan menengah ke bawah di AS bisa jadi merupakan orang kaya di sebagian besar negara lain.
"Kalian semua (masyarakat AS) jauh lebih beruntung dari apa yang kalian pikirkan," ungkap Konheim seperti dikutip dari CNBC, Kamis (13/2/2014).
Dia juga meminta penduduk AS berpendapatan rendah untuk berhenti mengeluh dan menyadari betapa beruntung dirinya saat ini.
"Kita tinggal di satu negara di mana level kemiskinan kita setara dengan kekayaan di sejumlah negara di dunia. Coba saja, orang yang berpenghasilan US$ 35 ribu per tahun di sini pindah ke India, China atau kemana sajalah, orang itu pasti kaya raya di sana," paparnya.
Pernyataan itu sekaligus menanggapi kesenjangan antara masyarakat kaya dan miskin yang belakangan ini menjadi isu hangat di AS. Pemilik perusahaan gaun mewah itu mengatakan, penduduk menengah ke bawah seharusnya lebih bersyukur.
Ungkapan senada juga dilontarkan ekonom Bank Dunia, Branko Milanovic. Dia mengatakan, secara global, pendapatan US$ 34 ribu per tahun bisa membuat warga AS menjadi salah satu orang paling kaya di negara lain.
Di China, jika orang AS memiliki pendapatan US$ 35 ribu per tahun, dia akan menyandang gelar penduduk berkelas menengah ke atas.
Pada akhirnya, harus tetap disadari, kekayaan bersifat sangat relatif. Semuanya tergantung pada biaya hidup di setiap negara tempat Anda menetap. (Sis/Ahm)
*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com
Itu lantaran orang-orang berpendapatan menengah ke bawah di AS bisa jadi merupakan orang kaya di sebagian besar negara lain.
"Kalian semua (masyarakat AS) jauh lebih beruntung dari apa yang kalian pikirkan," ungkap Konheim seperti dikutip dari CNBC, Kamis (13/2/2014).
Dia juga meminta penduduk AS berpendapatan rendah untuk berhenti mengeluh dan menyadari betapa beruntung dirinya saat ini.
"Kita tinggal di satu negara di mana level kemiskinan kita setara dengan kekayaan di sejumlah negara di dunia. Coba saja, orang yang berpenghasilan US$ 35 ribu per tahun di sini pindah ke India, China atau kemana sajalah, orang itu pasti kaya raya di sana," paparnya.
Pernyataan itu sekaligus menanggapi kesenjangan antara masyarakat kaya dan miskin yang belakangan ini menjadi isu hangat di AS. Pemilik perusahaan gaun mewah itu mengatakan, penduduk menengah ke bawah seharusnya lebih bersyukur.
Ungkapan senada juga dilontarkan ekonom Bank Dunia, Branko Milanovic. Dia mengatakan, secara global, pendapatan US$ 34 ribu per tahun bisa membuat warga AS menjadi salah satu orang paling kaya di negara lain.
Di China, jika orang AS memiliki pendapatan US$ 35 ribu per tahun, dia akan menyandang gelar penduduk berkelas menengah ke atas.
Pada akhirnya, harus tetap disadari, kekayaan bersifat sangat relatif. Semuanya tergantung pada biaya hidup di setiap negara tempat Anda menetap. (Sis/Ahm)
*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com