Zulhas Tawari Pengusaha Investasi di Koperasi Merah Putih hingga PSEL

Pemerintah menargetkan pembangunan 1.386 KNMP pada 2026 sebagai bagian dari program prioritas nasional.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 05 Agustus 2026, 11:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).

 

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengajak kalangan dunia usaha memanfaatkan berbagai peluang investasi yang tersedia melalui program-program strategis pemerintah. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun ekosistem pangan yang kuat dan berkelanjutan. Dunia usaha perlu menjadi mitra strategis dalam memperkuat rantai pasok, distribusi, pengolahan, hingga peningkatan nilai tambah sektor pangan dari hulu sampai hilir," kata Zulhas di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Zulhas mengatakan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci agar berbagai program strategis nasional tidak berhenti sebagai kebijakan semata.

Kolaborasi tersebut juga harus mampu membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah di sektor pangan."KDMP disiapkan sebagai simpul ekonomi desa yang menghubungkan petani, koperasi, pelaku usaha lokal, dan pasar yang lebih luas," ujarnya.

Lebih dari 30.000 koperasi desa/kelurahan telah terbentuk di berbagai wilayah Indonesia dan diproyeksikan menjadi pusat distribusi pangan, penyerapan hasil produksi, serta penggerak ekonomi masyarakat dari desa.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan pembangunan 35.872 gedung KDMP rampung pada Agustus 2026. Setelah pembangunan tahap awal selesai, koperasi tersebut direncanakan mulai beroperasi pada September 2026 untuk mendukung distribusi pangan, penyerapan hasil pertanian dan perikanan, serta penyaluran berbagai bantuan pemerintah.

Zulhas juga menyampaikan pemerintah menargetkan pembangunan KDMP dilakukan secara bertahap. Program tersebut diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi desa, mengurangi kemiskinan, sekaligus memperluas kesempatan kerja melalui pengembangan usaha berbasis koperasi.

Target Pemerintah

Zulhas tinjau harga bahan pangan di Makassar (Foto: Fauzan/Liputan6.com)

Zulhas juga menyampaikan pemerintah menargetkan pembangunan KDMP dilakukan secara bertahap. Program tersebut diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi desa, mengurangi kemiskinan, sekaligus memperluas kesempatan kerja melalui pengembangan usaha berbasis koperasi.

Di sektor kelautan, pemerintah mengembangkan KNMP di sejumlah wilayah pesisir dengan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Zulhas mengatakan program tersebut membuka peluang investasi pada fasilitas cold storage, logistik, pengolahan hasil laut, hingga pemasaran produk perikanan agar nelayan memperoleh nilai tambah dan daya tawar yang lebih baik.

Pemerintah menargetkan pembangunan 1.386 KNMP pada 2026 sebagai bagian dari program prioritas nasional. Pembangunan sebanyak 65 KNMP tahap pertama rampung pada April 2026 yang tersebar di berbagai wilayah pesisir Indonesia.

Selain itu, lanjut Zulhas, pemerintah juga mempercepat pengembangan 33 fasilitas PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus penyediaan energi alternatif yang berkelanjutan.

Pemerintah menargetkan pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) mampu mengurangi timbulan sampah hingga 33.000 ton per hari pada 2029.

"Pemerintah berharap sinergi dengan dunia usaha semakin kuat, sehingga program strategis nasional tidak hanya berjalan sebagai kebijakan, tetapi menjadi peluang investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penggerak ekonomi nasional," ungkap Zulhas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya