Liputan6.com, London - Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menilai Presiden FIFA Gianni Infantino sudah tidak pantas lagi memimpin badan sepak bola dunia tersebut.
Kritik pedas ini disampaikan Burnham pada Minggu (2/8/2026), menyusul kemarahan publik atas rencana FIFA yang ingin menjual sebagian bisnis dan keuntungan komersial Piala Dunia kepada perusahaan swasta. Walau rencana itu akhirnya dibatalkan, Burnham menegaskan tindakan tersebut tidak bisa dimaafkan begitu saja.
Advertisement
"Saya tidak yakin dia orang yang tepat untuk memimpin sepak bola dunia ke arah yang lebih baik," ujar Burnham, seperti dikutip dari Associated Press.
Gelombang penolakan ini membuat posisi Infantino terpojok. Sehari sebelumnya, Sabtu (1/8), Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) secara resmi menyatakan mosi tidak percaya kepada Infantino. Sikap tegas ini didukung oleh Asosiasi Sepak Bola Amerika Utara (CONCACAF) dan Asia (AFC).
Rencana komersialisasi itu sendiri gagal total setelah 55 negara anggota UEFA kompak mengancam akan memboikot (mogok main di) Piala Dunia serta seluruh turnamen resmi FIFA.
Meski Infantino telah membatalkan rencana tersebut, negara-negara penolak kini mulai bersiap mencari pemimpin baru. Momentum ini bertepatan dengan agenda Pemilihan Presiden FIFA baru yang akan digelar Maret tahun depan di Maroko, di mana pendaftaran calon akan ditutup pada 18 November mendatang.