Liputan6.com, Jakarta - Optimisme pelaku industri manufaktur Indonesia terhadap prospek bisnis terus menguat pada Juli 2026. Survei S&P Global Indonesia Manufacturing PMI menunjukkan tingkat keyakinan perusahaan terhadap kondisi usaha dalam 12 bulan ke depan menjadi yang tertinggi dalam enam bulan terakhir, didorong membaiknya aktivitas produksi dan permintaan pasar.
Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, mengatakan, kondisi ini turut mendorong meningkatnya optimisme terhadap prospek usaha dalam satu tahun ke depan.
Advertisement
"Tingkat kepercayaan perusahaan menjadi yang tertinggi dalam enam bulan terakhir, didukung harapan bahwa pertumbuhan penjualan dan kepercayaan pelanggan akan terus menguat,"kata dia dikutip dari riset S&P Global Indonesia Manufacturing PMI, Senin (3/8/2026).
Menurut laporan tersebut, meningkatnya optimisme dipicu oleh mulai pulihnya aktivitas produksi dan stabilnya pesanan baru setelah sempat melemah pada bulan sebelumnya. Banyak perusahaan menilai permintaan pasar mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan sehingga membuka peluang pertumbuhan bisnis pada sisa tahun ini.
Selain itu, pelaku industri berharap tekanan harga bahan baku terus mereda. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan produksi sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan.
Ekspektasi Kenaikan Penjualan
S&P Global mencatat meningkatnya keyakinan pelaku usaha juga didukung oleh membaiknya kepercayaan pelanggan serta ekspektasi kenaikan penjualan dalam beberapa bulan mendatang. Perusahaan memperkirakan kondisi bisnis akan semakin kondusif apabila tekanan inflasi biaya terus berkurang.
Meski demikian, prospek tersebut masih dibayangi sejumlah risiko eksternal. Salah satunya adalah perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang dinilai berpotensi memengaruhi harga komoditas dan kelancaran rantai pasok global.
"Sejumlah produsen berharap tekanan harga akan terus mereda sehingga dapat mendukung pertumbuhan usaha. Namun, perkembangan situasi di Timur Tengah masih akan menjadi faktor penting yang perlu dicermati dalam beberapa bulan ke depan," tambah Usamah Bhatti.
Dengan membaiknya permintaan domestik dan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha, sektor manufaktur Indonesia dinilai memiliki peluang untuk mempertahankan momentum pemulihan hingga akhir 2026, meski tantangan dari kondisi global masih perlu diwaspadai.