Lippo Karawaci Bukukan Laba Bersih Rp 385 Miliar

Lippo Karawaci mencatat pra penjualan Rp 3,70 triliun dan laba bersih Rp 385 miliar pada Semester I 2026, ditopang tingginya penjualan rumah.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 03 Agustus 2026, 13:10 WIB
RUPST PT Lippo Karawaci Tbk pada Jumat, 13 Juni 2025 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta memutuskan pergantian pengurus. (Dok LPKR) 

Liputan6.com, Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan kinerja positif sepanjang Semester I 2026. Hingga 30 Juni 2026, perusahaan mencatat pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp 3,70 triliun, atau sekitar 62% dari target sepanjang tahun. Capaian tersebut didorong tingginya permintaan terhadap hunian tapak, khususnya di segmen rumah terjangkau dan menengah.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, perseroan melihat momentum positif yang terus berlanjut pada bisnis real estate, dengan pra penjualan mencapai Rp 3,70 triliun atau setara 62% dari target sepanjang tahun. Permintaan tetap didominasi oleh hunian tapak, khususnya pada segmen rumah terjangkau dan menengah yang menjadi fokus utama strategi perusahaan.

"Ke depan, kami akan terus memprioritaskan eksekusi di seluruh proyek township, sembari tetap menerapkan pengelolaan modal dan operasional yang disiplin serta prudent." jelas dia, Senin (3/8/2026).

Selain mencatat pertumbuhan pra penjualan, LPKR juga membukukan pendapatan sebesar Rp 3,61 triliun pada Semester I 2026. Sementara itu, EBITDA meningkat 20% menjadi Rp 754 miliar, dibandingkan Rp 627 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 385 miliar. Posisi kas perseroan juga tetap kuat dengan saldo mencapai Rp 1,41 triliun hingga akhir Juni 2026.

Kinerja tersebut memperlihatkan permintaan properti residensial masih terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi. Penjualan rumah tapak tetap menjadi motor utama pertumbuhan bisnis real estate Lippo Karawaci pada paruh pertama tahun ini.

 

Segmen Real Estate

Segmen real estate menjadi penyumbang utama kinerja Lippo Karawaci. (Dok Lippo)

Segmen real estate menjadi penyumbang utama kinerja Lippo Karawaci. Dari total pra penjualan sebesar Rp 3,70 triliun, sekitar 79% berasal dari penjualan hunian tapak, yang menunjukkan tingginya minat pembeli rumah pertama maupun pengguna akhir (end-user).

Kontribusi terbesar berasal dari penjualan rumah tinggal di bawah entitas Lippo Karawaci (Holdco) yang mencapai Rp 2,22 triliun. Selain itu, perusahaan membukukan penjualan unit komersial sebesar Rp 464 miliar, penjualan kavling tanah Rp 30 miliar, serta penjualan lahan pemakaman San Diego Hills senilai Rp 65 miliar.

Pencapaian tersebut turut didorong oleh peluncuran Park Serpong Phase 7 dan Phase 8 sepanjang Semester I 2026. Proyek tersebut menghadirkan berbagai tipe hunian seperti Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops, yang mendapat respons positif dari pasar, terutama pembeli di segmen rumah terjangkau.

Tingginya permintaan juga tercermin dari pola pembiayaan konsumen. Sebanyak 72% transaksi penjualan rumah menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang menunjukkan dominasi pembeli dari kalangan pengguna akhir dibanding investor.

 

Segmen Lifestyle

Selain bisnis properti, segmen lifestyle Lippo Karawaci juga mencatatkan pertumbuhan positif pada Semester I 2026.

Segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp 605 miliar, dengan laba bruto Rp 490 miliar. EBITDA meningkat 11% menjadi Rp 236 miliar, sedangkan laba bersih naik menjadi Rp 131 miliar, dibandingkan Rp 111 miliar pada Semester I 2025.

Dari sisi operasional, rata-rata tarif kamar hotel yang dikelola perusahaan relatif stabil di kisaran Rp 635 ribu per malam. Tingkat okupansi hotel tercatat mencapai 54%, mencerminkan permintaan yang tetap terjaga.

Sementara itu, aktivitas pusat perbelanjaan juga menunjukkan tren positif. Rata-rata jumlah kunjungan ke mal milik LPKR meningkat 1% secara tahunan menjadi sekitar 11,2 juta pengunjung per bulan. Peningkatan tersebut menjadi indikasi berlanjutnya pemulihan sektor ritel dan konsumsi masyarakat.

Dengan capaian sepanjang Semester I 2026, Lippo Karawaci optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun. Fokus perusahaan tetap diarahkan pada pengembangan township, penyediaan hunian yang sesuai kebutuhan pasar, serta menjaga disiplin dalam pengelolaan modal dan operasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya